Jamie Carragher merupakan salah satu legenda Liverpool yang menjadi one man club.
Carragher memutuskan untuk pensiun pada tahun 2013.
begitu banyak trofi yang berhasil di raih oleh Jamie Carragher selama membela Liverpool selain trofi liga Inggris
Karena itu saya membuat design kaos Jamie Carragher ini
Jika anda ingin membeli kaos Jamie Carragher ini anda bisa membukanya di sini http://tees.co.id/store/passnmove
Wednesday, October 28, 2015
Jamie Carragher Tees
You certainly know who Jamie Carragher, Liverpool's defender, one man club, won many trophy.
This is Jamie Carragher Tees for you
The Liverpool legend
Jamie carragher now retired and i make this tees design to appreciate him
Purchase here at http://www.redbubble.com/people/silvestertoni/works/17128124-jamie-carragher
Sunday, July 26, 2015
Menebak Liverpool di Musim 2015/2016
Musim 2014/2015 telah berakhir dan sekarang musim 2015/2016 sudah di depan mata. Kutukan buruk pasca peringkat ke 2 di Liverpool ternyata belum bisa berakhir. Setelah nyaris memenangi Liga di musim 2013/2014 ternyata musim lalu Liverpool kembali tersungkur, tersungkur ke posisi enam setelah kebobolan enam gol di laga terakhir melawan Stoke City (laga terakhir Steven Gerrard bersama Liverpool). Setelah numpang lewat di UCL musim lalu, musim depan Liverpool harus kembali berjibaku di Liga Malam Jumat, liga angker yang banyak tak dianggap oleh tim tim besar Eropa karena hanya dianggap menghabiskan waktu saja.
Musim baru akan segera di mulai dua pekan lagi dan Liverpool telah melakukan sejumlah pembelian dengan harapan agar bisa kembali bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris. Adam Bodgan, Milner, Ings, Gomez, Firmino, Clyne, dan Benteke didatangkan oleh klub untuk menambah daya gedor musim baru ini, nama terakhir untuk sementara menjadi pemain termahal musim ini dengan mahar 32,5 juta pound. Sementara itu Raheem Sterling resmi bergabung Manchester City dengan banderol 49 juta pound setelah sempat menyatakan tidak mau bermain untuk Brendan meskipun digaji ratusan ribu pound per pekannya.
Melihat daftar lawan yang akan dihadapi oleh di 7 laga awal EPL, Liverpool memiliki peluang yang sangat besar untuk merayakan Natal di luar 5 besar. Semua tergantung bagaimana Brendan mensiasati lawan lawan tangguh yang akan dihadapi di awal musim ini (terutama Stoke City). Jika ngotot memainkan Joe Allen sebagai DMF dan Lovren sebagai LCB jelas bahwa sirkus masih belum pindah dari Merseyside. Tak butuh statistik untuk mengatakan kalau Lovren dan Allen musim lalu bermain tak sesuai harapan (meskipun pemain lain juga banyak yang tak memenuhi harapan. Dengan hobi passing menyamping dan kebelakang apa yang bisa anda harapkan untuk membangun serangan?
Berikut penulis mencoba menerawang lini per lini Liverpool untuk musim 2014/2015
Lini Belakang
Mignolet tampaknya masih akan tetap menjadi kiper nomor satu untuk musim depan karena belum ada tanda tanda dari klub akan mendatangkan Kiper selain Adam Bodgan. Mignolet sudah maksimal di bawah mistar gawang, hanya saja memang lini pertahanan Liverpool saja yang terlalu gampang membiarkan lawan untuk membuat peluang. Seperti ketika Arsenal menghajar Liverpool 4-1 di London, Mignolet telah berkali-kali menyelamatkan gawang di awal lagi namun kemudian memang pertahanan Liverpool yang dengan gampangnya diobok-obok oleh pemain Arsenal terus menerus. Musim depan jika Mignolet bisa tampil konsisten seperti ketika Liverpool tak terkalahkan sepanjang 10 laga berturut-turut, maka asa untuk berada di empat besar itu ada.
Skrtel dan Kolo baru saja memperpanjang kontrak, menunjukkan bahwa Liverpool masih belum berani sepenuhnya melepaskan lini belakang kepada pemain pemain muda. Diharapkan dengan pengalaman yang dimiliki keduanya, mereka bisa menularkan ilmu kepada para juniornya (terutama Lovren). Skrtel adalah pemain andalan Brendan di dua musim terakhir, Skrtel bisa memainkan peran sweeper dengan baik pada formasi 3 bek milik brendan. Bersama dengan Emre Can dan Sakho dia berhasil menumbuhkan asa Liverpool untuk bersaing di zona UCL setelah rentetan hasil positif. Formasi 3 bek brendan mencapai puncaknya ketika Liverpool berhasil merepotkan Chelsea di semifinal Carling Cup, Chelsea tak bisa membuat peluang dan nyaris saja kalah jika tidak ada penalty Eden hazard.
Dengan kedatangan Clyne yang merupakan fullback timnas Inggris, maka musim ini tampaknya formasi 4-3-3 akan kembali dimainkan oleh Liverpool. Pos bek tengah akan menjadi rebutan Skrtel, Sakho, Lovren, dan Kolo. Jika Sakho bisa fit sepanjang musim atau minimal 75% maka Mignolet bisa bernapas lega karena tak harus berjibaku dengan tembakan lawan sepanjang laga. Namun jika Brendan memasang Skrtel-Lovren, maka jantung pendukung Liverpool akan berdetak lebih cepat dari biasanya.
Sektor bek kiri sudah menjadi milik Moreno ataupun flanagan dan Joe Gomez bisa bergantian mengisinya. Harus diakui musim lalu Moreno banyak mencatatkan error yang menyebabkan terjadinya gol untuk lawan. Dengan usianya yang masih muda harusnya dia bisa belajar dari Jordi Alba tentang bagaimana menjadi bek yang benar, bukan belajar selfie dengan jose enrique.
Lini tengah
Selama pelatihnya masih Brendan maka kemungkinan Liverpool membeli DMF berkualitas tingkatnya sama dengan kemungkinan Taylor Swift langgeng dengan pacarnya, alias di bawah 10%. Emre Can yang sebenarnya merupakan DMF saja dimainkan sebagai ke tengah dan bek kanan. Jadi musim ini Liverpool akan bermain dengan False DMF. Hendo dan milner sudah dipastikan akan mengisi lini tengah, sisa jatah menjadi rebutan Allen, Lucas (kalau tidak dijual) dan Emre can.
Masalah Liverpool sejak jaman Rodgers tetap sama, setiap ada pemain lawan yang masuk membawa bola mendekati kotak penalti maka semua pemain kebingungan dan tak tahu mesti berbuat apa. Itulah kenapa setiap tim lawan yang memiliki gelandang kreatif lebih dari dua orang sudah dipastikan akan menyusahkan Liverpool, contohnya Arsenal dan Manchester united. Dan untuk musim ini tampaknya masalah itu masih belum akan hilang meskipun Liverpool membeli Milner dan Firmino.
Tapi dengan adanya bantuan dari Milner yang merupakan pekerja keras, tugas Hendo dan DMF (entah itu Lucas, Allen, atau Can) untuk mengcover area jelas akan berkurang drastis karena selama ini mereka harus menutupi lubang yang ditinggalkan Gerrard kalau beliau sudah overlaping ke depan. Milner memiliki stamina yang prima dan saya yakin dia bisa mengcover ruang yang bisa menjadi celah lawan untuk melakukan serangan balik.
Lini Depan
Inilah lini yang diharapakan bisa menjadi penyelamat musim Liverpool meskipun baru saja ditinggal oleh Raheem Sterling. Firmino, Coutinho, Lallana, Benteke, dan Jordon Ibe diharapkan bisa menerror pertahanan lawan sehingga liverpool membangun pertahanan dari depan. Dengan sokongan duo Brazil yang tekniknya diatas rata rata harusnya Benteke bisa mencetak lebih dari 20 gol musim ini, apalagi Brendan sudah membeli Clyne yang "hobi" melakukan crossing.
Ada banyak opsi yang dimiliki oleh Brendan dengan stok winger yang melimpah, tergantung bagaimana striker bisa menciptakan ruang atau tidak. Karena itulah pemain seperti Ings dan Origi akan menjadi variasi skema Brendan musim ini. Harusnya dengan kedalaman skuad yang sudah seperti ini minimal Liverpool bisa mendapatkan satu trofi sebagai pelepas dahaga penunda lapar gelar juara EPL.
Musim baru akan segera di mulai dua pekan lagi dan Liverpool telah melakukan sejumlah pembelian dengan harapan agar bisa kembali bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris. Adam Bodgan, Milner, Ings, Gomez, Firmino, Clyne, dan Benteke didatangkan oleh klub untuk menambah daya gedor musim baru ini, nama terakhir untuk sementara menjadi pemain termahal musim ini dengan mahar 32,5 juta pound. Sementara itu Raheem Sterling resmi bergabung Manchester City dengan banderol 49 juta pound setelah sempat menyatakan tidak mau bermain untuk Brendan meskipun digaji ratusan ribu pound per pekannya.
Melihat daftar lawan yang akan dihadapi oleh di 7 laga awal EPL, Liverpool memiliki peluang yang sangat besar untuk merayakan Natal di luar 5 besar. Semua tergantung bagaimana Brendan mensiasati lawan lawan tangguh yang akan dihadapi di awal musim ini (terutama Stoke City). Jika ngotot memainkan Joe Allen sebagai DMF dan Lovren sebagai LCB jelas bahwa sirkus masih belum pindah dari Merseyside. Tak butuh statistik untuk mengatakan kalau Lovren dan Allen musim lalu bermain tak sesuai harapan (meskipun pemain lain juga banyak yang tak memenuhi harapan. Dengan hobi passing menyamping dan kebelakang apa yang bisa anda harapkan untuk membangun serangan?
Berikut penulis mencoba menerawang lini per lini Liverpool untuk musim 2014/2015
Lini Belakang
Mignolet tampaknya masih akan tetap menjadi kiper nomor satu untuk musim depan karena belum ada tanda tanda dari klub akan mendatangkan Kiper selain Adam Bodgan. Mignolet sudah maksimal di bawah mistar gawang, hanya saja memang lini pertahanan Liverpool saja yang terlalu gampang membiarkan lawan untuk membuat peluang. Seperti ketika Arsenal menghajar Liverpool 4-1 di London, Mignolet telah berkali-kali menyelamatkan gawang di awal lagi namun kemudian memang pertahanan Liverpool yang dengan gampangnya diobok-obok oleh pemain Arsenal terus menerus. Musim depan jika Mignolet bisa tampil konsisten seperti ketika Liverpool tak terkalahkan sepanjang 10 laga berturut-turut, maka asa untuk berada di empat besar itu ada.
Skrtel dan Kolo baru saja memperpanjang kontrak, menunjukkan bahwa Liverpool masih belum berani sepenuhnya melepaskan lini belakang kepada pemain pemain muda. Diharapkan dengan pengalaman yang dimiliki keduanya, mereka bisa menularkan ilmu kepada para juniornya (terutama Lovren). Skrtel adalah pemain andalan Brendan di dua musim terakhir, Skrtel bisa memainkan peran sweeper dengan baik pada formasi 3 bek milik brendan. Bersama dengan Emre Can dan Sakho dia berhasil menumbuhkan asa Liverpool untuk bersaing di zona UCL setelah rentetan hasil positif. Formasi 3 bek brendan mencapai puncaknya ketika Liverpool berhasil merepotkan Chelsea di semifinal Carling Cup, Chelsea tak bisa membuat peluang dan nyaris saja kalah jika tidak ada penalty Eden hazard.
Dengan kedatangan Clyne yang merupakan fullback timnas Inggris, maka musim ini tampaknya formasi 4-3-3 akan kembali dimainkan oleh Liverpool. Pos bek tengah akan menjadi rebutan Skrtel, Sakho, Lovren, dan Kolo. Jika Sakho bisa fit sepanjang musim atau minimal 75% maka Mignolet bisa bernapas lega karena tak harus berjibaku dengan tembakan lawan sepanjang laga. Namun jika Brendan memasang Skrtel-Lovren, maka jantung pendukung Liverpool akan berdetak lebih cepat dari biasanya.
Sektor bek kiri sudah menjadi milik Moreno ataupun flanagan dan Joe Gomez bisa bergantian mengisinya. Harus diakui musim lalu Moreno banyak mencatatkan error yang menyebabkan terjadinya gol untuk lawan. Dengan usianya yang masih muda harusnya dia bisa belajar dari Jordi Alba tentang bagaimana menjadi bek yang benar, bukan belajar selfie dengan jose enrique.
Lini tengah
Selama pelatihnya masih Brendan maka kemungkinan Liverpool membeli DMF berkualitas tingkatnya sama dengan kemungkinan Taylor Swift langgeng dengan pacarnya, alias di bawah 10%. Emre Can yang sebenarnya merupakan DMF saja dimainkan sebagai ke tengah dan bek kanan. Jadi musim ini Liverpool akan bermain dengan False DMF. Hendo dan milner sudah dipastikan akan mengisi lini tengah, sisa jatah menjadi rebutan Allen, Lucas (kalau tidak dijual) dan Emre can.
Masalah Liverpool sejak jaman Rodgers tetap sama, setiap ada pemain lawan yang masuk membawa bola mendekati kotak penalti maka semua pemain kebingungan dan tak tahu mesti berbuat apa. Itulah kenapa setiap tim lawan yang memiliki gelandang kreatif lebih dari dua orang sudah dipastikan akan menyusahkan Liverpool, contohnya Arsenal dan Manchester united. Dan untuk musim ini tampaknya masalah itu masih belum akan hilang meskipun Liverpool membeli Milner dan Firmino.
Tapi dengan adanya bantuan dari Milner yang merupakan pekerja keras, tugas Hendo dan DMF (entah itu Lucas, Allen, atau Can) untuk mengcover area jelas akan berkurang drastis karena selama ini mereka harus menutupi lubang yang ditinggalkan Gerrard kalau beliau sudah overlaping ke depan. Milner memiliki stamina yang prima dan saya yakin dia bisa mengcover ruang yang bisa menjadi celah lawan untuk melakukan serangan balik.
Lini Depan
Inilah lini yang diharapakan bisa menjadi penyelamat musim Liverpool meskipun baru saja ditinggal oleh Raheem Sterling. Firmino, Coutinho, Lallana, Benteke, dan Jordon Ibe diharapkan bisa menerror pertahanan lawan sehingga liverpool membangun pertahanan dari depan. Dengan sokongan duo Brazil yang tekniknya diatas rata rata harusnya Benteke bisa mencetak lebih dari 20 gol musim ini, apalagi Brendan sudah membeli Clyne yang "hobi" melakukan crossing.
Ada banyak opsi yang dimiliki oleh Brendan dengan stok winger yang melimpah, tergantung bagaimana striker bisa menciptakan ruang atau tidak. Karena itulah pemain seperti Ings dan Origi akan menjadi variasi skema Brendan musim ini. Harusnya dengan kedalaman skuad yang sudah seperti ini minimal Liverpool bisa mendapatkan satu trofi sebagai pelepas dahaga penunda lapar gelar juara EPL.
Labels:
benteke,
Brendan Rodgers,
firmino,
liverpool
Thursday, November 13, 2014
Hal-Hal yang Bisa Membuat Liverpool Juara EPL Musim Ini
Beberapa hari belakangan dunia maya dihebohkan oleh short movie reuni artis AADC yang disponsori oleh LINE INDONESIA, sampai dengan detik ini viewer AADC versi line tersebut sudah mencapai angka 3,4 juta. Angka yang fantastis untuk sebuah short movie, penantian 12 tahun Cinta diluluhlantakkan oleh LINE INDONESIA hanya dalam kurun waktu 10 menit...you mad?
Tapi penantian Cinta tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penantian Liverpool akan gelar juara Liga Inggris, 24 tahun (dan bakal berpeluang menjadi pesta perak musim ini) tentu bukan waktu yang singkat. Cinta yang menunggu selama 12 tahun saja sampai harus berpikir selama 2 hari untuk membalas LINE dari Rangga yang ingin mengajak untuk bertemu, apalagi Liverpool yang sudah 25 tahun menunggu (3 kali diPHPkan).
Bedanya jika Cinta kemudian penantiannya terbalaskan tidak demikian dengan Liverpool, musim lalu kembali terpeleset setelah sempat hampir menjuarai Liga Inggris di beberapa laga terakhir. Saya tidak ingin membahas momen menyakitkan tersebut, mari kita lupakan sambil menyongsong musim ini. Saya akan mencoba memberikan pendapat tentang apa saja yang membuat Liverpool bisa memenangi pergelaran Liga Inggris musim ini.
1. Harus Menang
Tentu nenek nenek pun pasti tahu kalau sebuah tim ingin juara mereka harus memenangkan pertandingan sebanyak mungkin dan itulah yang harus dilakukan oleh Liverpool di sisa 27 laga jika ingin menjuarai Liga Inggris Musim ini. Secara matematis Liverpool akan mengumpulkan 95 poin di akhir musim jika memenangi seluruh laga sisa. Berat? Ya jelas berat, mana ada kerjaan yang ringan di dunia ini. Menunggu 12 tahun saja berat kok, apalagi menunggu 25 tahun.
2. Berharap Mourinho Amnesia
Percuma jika Liverpool memenangi 27 laga sisa ternyata kemudian Chelsea memenangi 26 laga sisa mereka, Liverpool tetap tidak akan juara dan tagline "We Go Again" kembali menjadi "We Gone Again". Kemungkinan terbaik adalah Mourinho jalan jalan ke New York kemudian tak sengaja membaca buku AKU yang biasa dibaca oleh Rangga dan kemudian mendadak ingat mantan SMAnya sehingga hilang fokus melatih Chelsea dan akhirnya Liverpool juara di akhir musim.
3. City Lupa Ultah Yaya Toure
Tidak bisa dipungkiri City adalah pelaku utama kegagalan Liverpool menjuarai Liga musim lalu, orang orang seperti inilah yang harusnya diPHPkan oleh Rangga, bukan Cinta. Berharap City lupa akan ulang tahun Yaya Toure sehingga yaya ngambek dan permainan City menjadi kacau. Karena seikh mansour doyan gonta ganti pelatih, tentu saja umur kepelatihan Pellegrini tak akan lama jika mereka terus bermain buruk.
4. Membeli Shane Long dari Soton
Sudah menjadi rahasia umum jika Akademi LFC sekarang sudah bukan di kirkby lagi tapi sudah pindah ke kota pelabuhan lainnya yaitu Southampton. Pembelian Lallana, Lambert, Lovren, dan malah ada isu jay Rodriguez sudah menjadi bukti yang sahih bahwa Soton adalah akademi baru LFC. Membeli Shane Long jelas akan membuat Liverpool memiliki satu permintaan yang pasti akan dikabulkan. Sekarang tergantung bagaimana permintaan tersebut dan siapa yang pertama kali mengajukan permintaan kepada Shane Long. Jika Rojes meminta gelar juara EPL maka sudah dipastikan penantian selama 24 tahun ini akan segera berakhir, tapi kalau Gerrard yang muncul dan minta perpanjangan kontrak sudah dipastikan trofi EPL akan kembali melayang karena Shane Long hanya melayani satu permintaan.
Tapi penantian Cinta tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penantian Liverpool akan gelar juara Liga Inggris, 24 tahun (dan bakal berpeluang menjadi pesta perak musim ini) tentu bukan waktu yang singkat. Cinta yang menunggu selama 12 tahun saja sampai harus berpikir selama 2 hari untuk membalas LINE dari Rangga yang ingin mengajak untuk bertemu, apalagi Liverpool yang sudah 25 tahun menunggu (3 kali diPHPkan).
Bedanya jika Cinta kemudian penantiannya terbalaskan tidak demikian dengan Liverpool, musim lalu kembali terpeleset setelah sempat hampir menjuarai Liga Inggris di beberapa laga terakhir. Saya tidak ingin membahas momen menyakitkan tersebut, mari kita lupakan sambil menyongsong musim ini. Saya akan mencoba memberikan pendapat tentang apa saja yang membuat Liverpool bisa memenangi pergelaran Liga Inggris musim ini.
1. Harus Menang
Tentu nenek nenek pun pasti tahu kalau sebuah tim ingin juara mereka harus memenangkan pertandingan sebanyak mungkin dan itulah yang harus dilakukan oleh Liverpool di sisa 27 laga jika ingin menjuarai Liga Inggris Musim ini. Secara matematis Liverpool akan mengumpulkan 95 poin di akhir musim jika memenangi seluruh laga sisa. Berat? Ya jelas berat, mana ada kerjaan yang ringan di dunia ini. Menunggu 12 tahun saja berat kok, apalagi menunggu 25 tahun.
2. Berharap Mourinho Amnesia
Percuma jika Liverpool memenangi 27 laga sisa ternyata kemudian Chelsea memenangi 26 laga sisa mereka, Liverpool tetap tidak akan juara dan tagline "We Go Again" kembali menjadi "We Gone Again". Kemungkinan terbaik adalah Mourinho jalan jalan ke New York kemudian tak sengaja membaca buku AKU yang biasa dibaca oleh Rangga dan kemudian mendadak ingat mantan SMAnya sehingga hilang fokus melatih Chelsea dan akhirnya Liverpool juara di akhir musim.
3. City Lupa Ultah Yaya Toure
Tidak bisa dipungkiri City adalah pelaku utama kegagalan Liverpool menjuarai Liga musim lalu, orang orang seperti inilah yang harusnya diPHPkan oleh Rangga, bukan Cinta. Berharap City lupa akan ulang tahun Yaya Toure sehingga yaya ngambek dan permainan City menjadi kacau. Karena seikh mansour doyan gonta ganti pelatih, tentu saja umur kepelatihan Pellegrini tak akan lama jika mereka terus bermain buruk.
4. Membeli Shane Long dari Soton
Sudah menjadi rahasia umum jika Akademi LFC sekarang sudah bukan di kirkby lagi tapi sudah pindah ke kota pelabuhan lainnya yaitu Southampton. Pembelian Lallana, Lambert, Lovren, dan malah ada isu jay Rodriguez sudah menjadi bukti yang sahih bahwa Soton adalah akademi baru LFC. Membeli Shane Long jelas akan membuat Liverpool memiliki satu permintaan yang pasti akan dikabulkan. Sekarang tergantung bagaimana permintaan tersebut dan siapa yang pertama kali mengajukan permintaan kepada Shane Long. Jika Rojes meminta gelar juara EPL maka sudah dipastikan penantian selama 24 tahun ini akan segera berakhir, tapi kalau Gerrard yang muncul dan minta perpanjangan kontrak sudah dipastikan trofi EPL akan kembali melayang karena Shane Long hanya melayani satu permintaan.
Thursday, November 6, 2014
Menunggu Diamond dan Perubahan Line Up LFC
Liverpool akan melanjutnya kiprahnya kembali di EPL dan sabtu malam anak asuh Brendan Rodgers ini akan menjamu tim yang musim lalu menjadi penyebab kegagalan meraih trofi pertama sejak Divisi Utama berubah menjadi Premier League. Gol dari Demba Ba dan Willian menjadi pemisah hasil kedua tim dan Jose Mourinho menepuk dada membanggakan kepiawaiannya dalam urusan parkir memarkir. Mungkin Mourinho harus mencoba bagaimana caranya memarkir bus di Indonesia sehingga dia tidak jumawa seperti itu.
Pekan ke 11 ini Liverpool menjamu Chelsea dengan modal kekalahan dua kali beruntun dari Newcastle dan Real Madrid, sementara Chelsea adalah pemimpin klasemen EPL dengan 26 poin dan satu satunya tim yang belum tersentuh kekalahan musim ini. Catatan yang mungkin agak membuat sejumlah pendukung Liverpool gundah gulana karena tim kesayangannya terancam hattrick kekalahan beruntun. Meskipun demikian, saya bukanlah kaum pesimis tersebut. Saya memiliki keyakinan Chelsea tidak akan semudah yang orang bayangkan untuk memporak-porandakan Anfield.
Siapakah tim dengan pertahanan terbaik di EPL musim ini? Bukan, bukan Chelsky Bus Company tapi Southampton, tim yang pada pekan pertama dikalahkan Liverpool 2-1. Memang ketika itu pemain pemain baru belum terlalu nyetel dengan strategi Koeman sehingga alasan untuk mengatakan "Liverpool are shit" selalu saja ada. Tapi pertahanan Chelsea juga tak terlalu spesial, mereka telah kebobolan 10 gol dan hanya 3 kali sukses clean sheet di EPL, bahkan Everton bisa membobol gawang mereka sebanyak tiga kali. Come on, pertahanan mereka tak seperti 2004-2005 yang hanya kebobolan 15 kali sepanjang musim dan sukses mencatatkan 25 kali clean sheet.
Ada banyak celah yang harusnya bisa dimanfaatkan oleh Liverpool sabtu nanti dengan catatan Rodgers tidak ngotot untuk main menyerang habis habisan, karena itu sama saja dengan bunuh diri. Curtois tidaklah sebagus Petr cech dalam urusan menjadi shot stopper dan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh Balotelli yang punya hobi menembak dari luar kotak penalti (karena untuk bisa masuk kedalam kotak penalti adalah hal yang sangat sulit). Menembak dari luar kotak penalti adalah pilihan yang tepat untuk memecahkan kebuntuan ketika membongkar pertahanan Chelsea.
Absennya Costa harusnya bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh Rodgers, karena Drogba tidaklah setangguh beberapa musim yang lalu. Masalah finishing jelas krusial bagi mourinho sedangkan Hazard bukanlah gelandang haus gol. Meskipun agak sedikit panik kalau harus membayangkan Glenjo akan menjada Hazard di sektor kanan, sedangkan Gerrard harus berjuang mengcover area tengah di sana ada fabregas dan Oscar, sungguh sulit, membayangkan saja sulit.
Masalah siapa yang bakal starting pun kembali menjadi masalah yang pelik terutama setelah Liverpool B sukses mencegah kebobolan lebih banyak dari Real Madrid di Bernabeu, banyak yang menyatakan formasi seperti itulah yang harusnya diterapkan Rodgers ketika menjamu Chelsea sabtu nanti. Liverpool B berhasil meredam counter attack mematikan Real Madrid dan konon katanya sampai saat ini C. Ronaldo masih belum ditemukan pasca "dikocekin" sama Kolo Toure.
Mengenai masalah Lovren, jelas saja soal pengalaman dan mental doi kalah dari Kolo Toure yang merupakan salah satu personel Arsenal ketika mereka mengalahkan Real Madrid 1-0 di Bernabeu jadi harusnya tidak ada yang heran kenapa Kolo bisa bermain apik kemarin. Penampilan apik Kolo hendaknya memacu Lovren untuk segera kembali ke bentuk permainan terbaik seperti ketika menghadapi Dortmund di pre season kalau tidak ingin dicap sebagai "Aspas Edisi Defender". Dengan usia yang masih muda harusnya Lovren bisa belajar lebih cepat seperti yang dilakukan oleh Skrtel musim lalu padahal usianya sudah tak muda lagi.
Memilih slot tengah jelas pekerjaan yang sangat sulit apalagi dengan adanya kapten yang tak mungkin tergusur serta mesin permainan bernama Henderson membuat pertandingan melawan Madrid seolah seleksi bagi Allen, Lucas, dan Can untuk memperebutkan satu slot selain Hendo dan Gerrard. Sungguh tak adil jika mengingat peforma apik ketiganya ketika meredam lini tengan Madrid yang berisikan Modric, Kroos, James, dan Isco namun sistem Rodgers sudah seperti itu dan mereka bertiga harus menerimanya sampai paling tidak hingga si kapten tak lagi memperpanjang kontrak atau pensiun.
Lini depan akan menjadi jatah Sterling, Balo, dan mungkin Coutinho, yang mana formasi ini begitu buntu ketika menghadapi Newcastle sampai sampai tidak menghasilkan satupun shot on target babak pertama. Mungkin saatnya Rodgers mempertimbangkan Diamond dengan menduetkan Borini dan Balotelli yang disupport oleh Sterling karena ada statistik dari @natefc yang mengungkapkan bahwa Sterling sangat tidak efektif jika di letakkan disebelah kanan. Jika demikian, emncoba diamond adalah kesempatan terbaik Rodgers jika tidak ingin Liverpool berjarak 6 poin dengan peringkat 4 (maaf kita terlalu jauh dengan Chelsea).
Good Bless Liverpool...
Pekan ke 11 ini Liverpool menjamu Chelsea dengan modal kekalahan dua kali beruntun dari Newcastle dan Real Madrid, sementara Chelsea adalah pemimpin klasemen EPL dengan 26 poin dan satu satunya tim yang belum tersentuh kekalahan musim ini. Catatan yang mungkin agak membuat sejumlah pendukung Liverpool gundah gulana karena tim kesayangannya terancam hattrick kekalahan beruntun. Meskipun demikian, saya bukanlah kaum pesimis tersebut. Saya memiliki keyakinan Chelsea tidak akan semudah yang orang bayangkan untuk memporak-porandakan Anfield.
Siapakah tim dengan pertahanan terbaik di EPL musim ini? Bukan, bukan Chelsky Bus Company tapi Southampton, tim yang pada pekan pertama dikalahkan Liverpool 2-1. Memang ketika itu pemain pemain baru belum terlalu nyetel dengan strategi Koeman sehingga alasan untuk mengatakan "Liverpool are shit" selalu saja ada. Tapi pertahanan Chelsea juga tak terlalu spesial, mereka telah kebobolan 10 gol dan hanya 3 kali sukses clean sheet di EPL, bahkan Everton bisa membobol gawang mereka sebanyak tiga kali. Come on, pertahanan mereka tak seperti 2004-2005 yang hanya kebobolan 15 kali sepanjang musim dan sukses mencatatkan 25 kali clean sheet.
Ada banyak celah yang harusnya bisa dimanfaatkan oleh Liverpool sabtu nanti dengan catatan Rodgers tidak ngotot untuk main menyerang habis habisan, karena itu sama saja dengan bunuh diri. Curtois tidaklah sebagus Petr cech dalam urusan menjadi shot stopper dan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh Balotelli yang punya hobi menembak dari luar kotak penalti (karena untuk bisa masuk kedalam kotak penalti adalah hal yang sangat sulit). Menembak dari luar kotak penalti adalah pilihan yang tepat untuk memecahkan kebuntuan ketika membongkar pertahanan Chelsea.
Absennya Costa harusnya bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh Rodgers, karena Drogba tidaklah setangguh beberapa musim yang lalu. Masalah finishing jelas krusial bagi mourinho sedangkan Hazard bukanlah gelandang haus gol. Meskipun agak sedikit panik kalau harus membayangkan Glenjo akan menjada Hazard di sektor kanan, sedangkan Gerrard harus berjuang mengcover area tengah di sana ada fabregas dan Oscar, sungguh sulit, membayangkan saja sulit.
Masalah siapa yang bakal starting pun kembali menjadi masalah yang pelik terutama setelah Liverpool B sukses mencegah kebobolan lebih banyak dari Real Madrid di Bernabeu, banyak yang menyatakan formasi seperti itulah yang harusnya diterapkan Rodgers ketika menjamu Chelsea sabtu nanti. Liverpool B berhasil meredam counter attack mematikan Real Madrid dan konon katanya sampai saat ini C. Ronaldo masih belum ditemukan pasca "dikocekin" sama Kolo Toure.
Mengenai masalah Lovren, jelas saja soal pengalaman dan mental doi kalah dari Kolo Toure yang merupakan salah satu personel Arsenal ketika mereka mengalahkan Real Madrid 1-0 di Bernabeu jadi harusnya tidak ada yang heran kenapa Kolo bisa bermain apik kemarin. Penampilan apik Kolo hendaknya memacu Lovren untuk segera kembali ke bentuk permainan terbaik seperti ketika menghadapi Dortmund di pre season kalau tidak ingin dicap sebagai "Aspas Edisi Defender". Dengan usia yang masih muda harusnya Lovren bisa belajar lebih cepat seperti yang dilakukan oleh Skrtel musim lalu padahal usianya sudah tak muda lagi.
Memilih slot tengah jelas pekerjaan yang sangat sulit apalagi dengan adanya kapten yang tak mungkin tergusur serta mesin permainan bernama Henderson membuat pertandingan melawan Madrid seolah seleksi bagi Allen, Lucas, dan Can untuk memperebutkan satu slot selain Hendo dan Gerrard. Sungguh tak adil jika mengingat peforma apik ketiganya ketika meredam lini tengan Madrid yang berisikan Modric, Kroos, James, dan Isco namun sistem Rodgers sudah seperti itu dan mereka bertiga harus menerimanya sampai paling tidak hingga si kapten tak lagi memperpanjang kontrak atau pensiun.
Lini depan akan menjadi jatah Sterling, Balo, dan mungkin Coutinho, yang mana formasi ini begitu buntu ketika menghadapi Newcastle sampai sampai tidak menghasilkan satupun shot on target babak pertama. Mungkin saatnya Rodgers mempertimbangkan Diamond dengan menduetkan Borini dan Balotelli yang disupport oleh Sterling karena ada statistik dari @natefc yang mengungkapkan bahwa Sterling sangat tidak efektif jika di letakkan disebelah kanan. Jika demikian, emncoba diamond adalah kesempatan terbaik Rodgers jika tidak ingin Liverpool berjarak 6 poin dengan peringkat 4 (maaf kita terlalu jauh dengan Chelsea).
Good Bless Liverpool...
Saturday, October 25, 2014
IN RODGERS WE MUST TRUST !!!
Pada wawancara terakhirnya Rodgers dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak membutuhkan "defensive coach" untuk membenahi pertahanan Liverpool yang belakangan terus menjadi kritik akibat start kurang bagus musim ini. Pertahanan ala medioker seperti ketika menghadapi QPR ternyata tidak membuka mata Rodgers akan saran dari rekan rekan di twitter yang sempat mengajukan Carragher atau Hyppia sebagai pelatih defense. Dia berkeras mengatakan bahwa tidak membutuhkan pelatih defense dan menegaskan bahwa anak anak baru seperti Lallana, Balotelli, Markovic, dan pembelian lainnya masih belum menyatu dengan skema permainan Liverpool.
Kehilangan Suarez merongrong seluruh kekuatan Liverpool ditambah lagi dengan absennya Sturridge karena cedera semakin membuat daya gedor lini serang semakin tak bergigi. Bahkan saking tak bergiginya sampai sampai Caulker dan Dunn yang akhirnya memasukkan bola ke dalam gawangnya sendiri karena mungkin frustasi melihat serangan Liverpool tak sekalipun membahayakan gawang mereka. Kehilangan Suarez benar benar berdampak sistemik (meminjam istilah kasus Bank Century) terhadap kekuatan Liverpool, bukan hanya karena kehilangan tukang cetak gol dan assist tapi karena Suarez adalah garis pertahanan pertama yang bertugas melakukan pressing dan intimidasi kepada bek bek dan gelandang bertahan lawan sehingga tidak leluasa membangun serangan dari bawah. Bek lawan akan panik dan tidak leluasa memainkan bola ketika melihat Suarez mendekat karena jika kehilangan bola sama saja dengan bunuh diri. Pressure terhadap bek lawan lah yang musim ini tidak dimiliki oleh Liverpool, Balotelli jelas tidak mampu memberikan rasa takut karena dia adalah tipikal striker statis yang coverage nya tidak luas sehingga bek lawan akan dengan leluasa memainkan bola untuk membangun serangan.
Masalah pertahanan sendiri sudah terlihat sejak musim 2012/2013 di mana Liverpool kemasukan 47 gol, turun dari musim sebelumnya yang mana kemasukan 40 gol. Rodgers adalah pelatih yang memainkan taktik menyerang sehingga kebobolan sampai 50 gol musim lalu tertutupi oleh 101 gol yang berhasil disarangkan ke gawang musuh. Liverpool di era King Kenny hanya mampu memasukkan 47 gol, sedangkan Rodgers di musim pertamanya berhasil membuat Liverpool mencetak 71 gol. Peningkatan yang signifikan menunjukkan bahwa Rodgers membenahi Liverpool dimulai dari lini depan dan musim lalu kemampuan lini serang sudah tak diragukan lagi.
Di bursa transfer musim panas 2014 Liverpool melepas Suarez (pemain yang berkontribusi terhadap 40% gol tim) ke Barcelona sekaligus memecahkan rekor penjualan sebelumnya atas nama Fernando Torres. Disinilah cobaan itu dimulai, Rodgers harus bisa memaksimalkan dana hasil penjualan Suarez dan mendatangkan pemain pemain berkualitas lainnya yang bisa menambal lubang yang ditinggalkan Suarez (walaupun tidak mungkin). Berhubung tidak mungkin mendatangkan pengganti yang sepadan dengan Luis Suarez maka Liverpool pun berinvestasi dengan mendatangkan sejumlah pemain muda berbakat untuk mengisi slot lapangan tengah dan membeli sejumlah pemain bertahan.
Ternyata membeli pemain bertahan baru pun tidak bisa membuat pertahan Liverpool membaik, malah semakin terlihat seperti pertahanan tim tim yang baru promosi. Sistem pertahanan adalah masalah utama, bukan individu seperti Lovren, Manquillo, ataupun Moreno. Saya melihat baik SKrtel maupun Lovren hampir selalu memenangi aerial duel ketika ada longpass menuju area pertahanan, namun keduanya menjadi tak berdaya ketika menghadapi set pieces. Liverpool telah kebobolan 12 gol musim ini dan hanya sekali berhasil clean sheet yaitu ketika bertandang ke White Hart Lane.
Isu pertahanan membuat ROdgers gerah dan akhirnya meskipun baru saja dihajar Madrid 3 gol tanpa balas di Anfield dia melontarkan pernyataan bahwa Liverpool tidak membutuhkan pelatih defense (what a banter). Rodgers menegaskan bahwa Liverpool harus tetap menyerang dan atraktif, tidak memarkir pemain (walaupun saya tidak yakin Liverpool bisa memainkan strategi parkir bis) dan mementingkan hasil akhir. Keras kepalanya Rodgers membuat saya salut, dia tidak peduli dengan ocehan orang lain (termasuk carragher dan gary neville) dan tetap mempertahankan filosofi menyerangnya untuk membangun kembali kejayaan tim Merseyside Red (wait, what glory?).
Saya yakin Rodgers akan berhasil mengatasi persoalan lini serang Liverpool seiring dengan berjalannya waktu (tsaaahhh), masih ada 30 pertandingan tersisa dan sekarang LFC ada di peringkat 5 diatas Arsenal, Manchester United, dan Everton. Di saat Sturridge cedera dan tim masih belum padu Liverpool masih berada di peringkat 5, apalagi yang harus diragukan? Dengan kembalinya Sturridge serta semakin klopnya anak baru dengan filosofi Rodgers saya yakin Liverpool masih bisa finish di 4 besar EPL serta melangkah jauh di turnamen turnamen lainnya. Lagipula ROdgers telah berhasil melampaui target awal ketika ditunjuk sebagai pelatih yang mana target Rodgers pada saat itu adalah membawa Liverpool kembali ke UCL dalam waktu 3 tahun (sekarang tahun ketiga dan LFC sudah di UCL).
Saya memang tidak pernah berharap untuk cleansheet, karena cleansheet tanpa mencetak gol toh percuma. Bahkan jikapun Carragher dan Hyppia terlahir muda kembali saya tidak yakin mereka bisa mengatasi masalah di lini pertahanan karena memang sudah dari taktik Rodgersnya yang seperti itu. Masih ingat ketika dilatih King Kenny? LFC kesulitan mencetak gol meskipun pertahanan terbilang cukup tangguh dan hanya bisa finnish di tempat ke 8. Shit defense, great attack itulah yang saya harapkan dari anak asuh Brendan musim ini. Mari kita tunggu sampai dengan Desember apakah kemampuan mencetak gol Liverpool akan kembali atau malah mengulangi musim 2011/2012...
IN RODGERS WE MUST TRUST !!!
Kehilangan Suarez merongrong seluruh kekuatan Liverpool ditambah lagi dengan absennya Sturridge karena cedera semakin membuat daya gedor lini serang semakin tak bergigi. Bahkan saking tak bergiginya sampai sampai Caulker dan Dunn yang akhirnya memasukkan bola ke dalam gawangnya sendiri karena mungkin frustasi melihat serangan Liverpool tak sekalipun membahayakan gawang mereka. Kehilangan Suarez benar benar berdampak sistemik (meminjam istilah kasus Bank Century) terhadap kekuatan Liverpool, bukan hanya karena kehilangan tukang cetak gol dan assist tapi karena Suarez adalah garis pertahanan pertama yang bertugas melakukan pressing dan intimidasi kepada bek bek dan gelandang bertahan lawan sehingga tidak leluasa membangun serangan dari bawah. Bek lawan akan panik dan tidak leluasa memainkan bola ketika melihat Suarez mendekat karena jika kehilangan bola sama saja dengan bunuh diri. Pressure terhadap bek lawan lah yang musim ini tidak dimiliki oleh Liverpool, Balotelli jelas tidak mampu memberikan rasa takut karena dia adalah tipikal striker statis yang coverage nya tidak luas sehingga bek lawan akan dengan leluasa memainkan bola untuk membangun serangan.
Masalah pertahanan sendiri sudah terlihat sejak musim 2012/2013 di mana Liverpool kemasukan 47 gol, turun dari musim sebelumnya yang mana kemasukan 40 gol. Rodgers adalah pelatih yang memainkan taktik menyerang sehingga kebobolan sampai 50 gol musim lalu tertutupi oleh 101 gol yang berhasil disarangkan ke gawang musuh. Liverpool di era King Kenny hanya mampu memasukkan 47 gol, sedangkan Rodgers di musim pertamanya berhasil membuat Liverpool mencetak 71 gol. Peningkatan yang signifikan menunjukkan bahwa Rodgers membenahi Liverpool dimulai dari lini depan dan musim lalu kemampuan lini serang sudah tak diragukan lagi.
Di bursa transfer musim panas 2014 Liverpool melepas Suarez (pemain yang berkontribusi terhadap 40% gol tim) ke Barcelona sekaligus memecahkan rekor penjualan sebelumnya atas nama Fernando Torres. Disinilah cobaan itu dimulai, Rodgers harus bisa memaksimalkan dana hasil penjualan Suarez dan mendatangkan pemain pemain berkualitas lainnya yang bisa menambal lubang yang ditinggalkan Suarez (walaupun tidak mungkin). Berhubung tidak mungkin mendatangkan pengganti yang sepadan dengan Luis Suarez maka Liverpool pun berinvestasi dengan mendatangkan sejumlah pemain muda berbakat untuk mengisi slot lapangan tengah dan membeli sejumlah pemain bertahan.
Ternyata membeli pemain bertahan baru pun tidak bisa membuat pertahan Liverpool membaik, malah semakin terlihat seperti pertahanan tim tim yang baru promosi. Sistem pertahanan adalah masalah utama, bukan individu seperti Lovren, Manquillo, ataupun Moreno. Saya melihat baik SKrtel maupun Lovren hampir selalu memenangi aerial duel ketika ada longpass menuju area pertahanan, namun keduanya menjadi tak berdaya ketika menghadapi set pieces. Liverpool telah kebobolan 12 gol musim ini dan hanya sekali berhasil clean sheet yaitu ketika bertandang ke White Hart Lane.
Isu pertahanan membuat ROdgers gerah dan akhirnya meskipun baru saja dihajar Madrid 3 gol tanpa balas di Anfield dia melontarkan pernyataan bahwa Liverpool tidak membutuhkan pelatih defense (what a banter). Rodgers menegaskan bahwa Liverpool harus tetap menyerang dan atraktif, tidak memarkir pemain (walaupun saya tidak yakin Liverpool bisa memainkan strategi parkir bis) dan mementingkan hasil akhir. Keras kepalanya Rodgers membuat saya salut, dia tidak peduli dengan ocehan orang lain (termasuk carragher dan gary neville) dan tetap mempertahankan filosofi menyerangnya untuk membangun kembali kejayaan tim Merseyside Red (wait, what glory?).
Saya yakin Rodgers akan berhasil mengatasi persoalan lini serang Liverpool seiring dengan berjalannya waktu (tsaaahhh), masih ada 30 pertandingan tersisa dan sekarang LFC ada di peringkat 5 diatas Arsenal, Manchester United, dan Everton. Di saat Sturridge cedera dan tim masih belum padu Liverpool masih berada di peringkat 5, apalagi yang harus diragukan? Dengan kembalinya Sturridge serta semakin klopnya anak baru dengan filosofi Rodgers saya yakin Liverpool masih bisa finish di 4 besar EPL serta melangkah jauh di turnamen turnamen lainnya. Lagipula ROdgers telah berhasil melampaui target awal ketika ditunjuk sebagai pelatih yang mana target Rodgers pada saat itu adalah membawa Liverpool kembali ke UCL dalam waktu 3 tahun (sekarang tahun ketiga dan LFC sudah di UCL).
Saya memang tidak pernah berharap untuk cleansheet, karena cleansheet tanpa mencetak gol toh percuma. Bahkan jikapun Carragher dan Hyppia terlahir muda kembali saya tidak yakin mereka bisa mengatasi masalah di lini pertahanan karena memang sudah dari taktik Rodgersnya yang seperti itu. Masih ingat ketika dilatih King Kenny? LFC kesulitan mencetak gol meskipun pertahanan terbilang cukup tangguh dan hanya bisa finnish di tempat ke 8. Shit defense, great attack itulah yang saya harapkan dari anak asuh Brendan musim ini. Mari kita tunggu sampai dengan Desember apakah kemampuan mencetak gol Liverpool akan kembali atau malah mengulangi musim 2011/2012...
IN RODGERS WE MUST TRUST !!!
Thursday, September 4, 2014
Kejutan Dari Skuad Baru Bayer Leverkusen
Bayer Leverkusen sejatinya musim lalu diprediksikan akan bisa mengganggu dominasi Bayern Munchen dan Borussia Dortmund di pentas Bundesliga setelah pada musim 2012/2013 berhasil finish di peringkat 3 dengan Stefan Kiessling sebagai top skornya. Namun kepergian Schurrle dan Carvajal membuat musim 2013/2014 menjadi begitu berat bagi tim yang pada saat itu dilatih oleh Sami Hyppia, apalagi Heung Min SOn dan Donati yang diplot untuk menggantikan peran kedua pemain penting tersebut gagal mengangkat performa tim. Leverkusen gagal mengganggu dominasi Munchen dan Dortmund, bahkan mereka nyaris gagal ke Liga Champions andai saja Wolfsburg bisa konsisten hingga pertandingan terakhir Bundesliga musim itu. Sami Hyppia pun dipecat pada bulan April karena dianggap gagal, taktik counter attacknya tak lagi berjalan mulus pasca fullback andalannya (Dani Carvajal) diganti oleh Donati, fullback timnas U-21 Italia yang kalah di final melawan Spanyol. Donati tak segarang Carvajal di sektor kanan sehingga skema counter attack Sami tak lagi menakutkan seperti musim sebelumnya.
Leverkusen menunjuk manajer Red Bull Salzburg, Roger Schmidt sebagai suksesor Sami Hyppia untuk mengarungi ketatnya musim 2014/2015 ini. Rudi Voeller pun bergerak cepat di bursa transfer, setelah kepergian Emre Can ke Liverpool mereka langsung mendatangkan Hakan Calhanoglu, Josip Drmic, Wendell, Tin Jedvaj, serta meminjam Kyriakos Papadopoulos. Sejumlah pemain pinjaman pun telah kembali dari masa peminjaman termasuk Karim Bellarabi yang baru saja selesai dari Braunschweig.
Dengan datangnya Hakan Calhanoglu maka formasi Leverkusen pun berubah dari sebelumnya 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 dan Calhanoglu dimainkan di belakang striker. Hengkangnya Sidney Sam tidak membuat Roger panik karena dia telah mendapatkan penggantinya pada seorang Karim Bellarabi, pemain yang mencetak satu gol dan satu assist ketika Leverkusen berhasil Dortmund di kandangnya sendiri dengan skor 0-2.
Berhasil menaklukkan Dortmund di Iduna Park sudah menjadi bukti bahwa Leverkusen tidak bisa dianggap remeh musim ini terlebih setelah anak asuh Roger Schmidt ini menyingkirkan FC Copenhagen dengan aggregat 7-2 untuk memastikan satu tempat di babak grup Liga Champions. Kombinasi pemain senior dan junior berjalan dengan baik sejauh ini, terlebih setelah bergabungnya pemain pemain baru. Hakan sendiri baru berumur 20 tahun, Tin Jedvad 18 tahun, sementara kiper yang menjadi pahlawan melawan Dortmund, Bern Leno genap 22 tahun. Mereka bergabung dengan Kiessling (30 tahun), Emir Spahic (34 tahun), dan Rolfes (32 tahun) untuk menjadikan Leverkusen sebagai penantang serius Bayern Munchen musim ini.
Leverkusen menunjuk manajer Red Bull Salzburg, Roger Schmidt sebagai suksesor Sami Hyppia untuk mengarungi ketatnya musim 2014/2015 ini. Rudi Voeller pun bergerak cepat di bursa transfer, setelah kepergian Emre Can ke Liverpool mereka langsung mendatangkan Hakan Calhanoglu, Josip Drmic, Wendell, Tin Jedvaj, serta meminjam Kyriakos Papadopoulos. Sejumlah pemain pinjaman pun telah kembali dari masa peminjaman termasuk Karim Bellarabi yang baru saja selesai dari Braunschweig.
Dengan datangnya Hakan Calhanoglu maka formasi Leverkusen pun berubah dari sebelumnya 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 dan Calhanoglu dimainkan di belakang striker. Hengkangnya Sidney Sam tidak membuat Roger panik karena dia telah mendapatkan penggantinya pada seorang Karim Bellarabi, pemain yang mencetak satu gol dan satu assist ketika Leverkusen berhasil Dortmund di kandangnya sendiri dengan skor 0-2.
Berhasil menaklukkan Dortmund di Iduna Park sudah menjadi bukti bahwa Leverkusen tidak bisa dianggap remeh musim ini terlebih setelah anak asuh Roger Schmidt ini menyingkirkan FC Copenhagen dengan aggregat 7-2 untuk memastikan satu tempat di babak grup Liga Champions. Kombinasi pemain senior dan junior berjalan dengan baik sejauh ini, terlebih setelah bergabungnya pemain pemain baru. Hakan sendiri baru berumur 20 tahun, Tin Jedvad 18 tahun, sementara kiper yang menjadi pahlawan melawan Dortmund, Bern Leno genap 22 tahun. Mereka bergabung dengan Kiessling (30 tahun), Emir Spahic (34 tahun), dan Rolfes (32 tahun) untuk menjadikan Leverkusen sebagai penantang serius Bayern Munchen musim ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)

