Friday, March 28, 2014
Make Us Dream
Sesuatu yang terlihat atau dialami seseorang ketika dia sedang tertidur, demikian pengertian mimpi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia versi Online (maaf saya tidak memiliki KBBI edisi cetak). Sedangkan menurut wikipedia mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep). Namun mimpi tak selamanya berarti hanya bunga tidur, mimpi bisa berarti harapan atau ekspektasi atau sebuah keinginan yang belum terwujud dan diharapkan akan terwujud. Dan pendukung Liverpool sekarang sudah mengeluarkan banner bertuliskan "Make Us Dream" yang menurut saya artinya adalah buat kami bermimpi. Pendukung Liverpool memiliki mimpi yang sudah sangat lama sekali tidak terwujud, yaitu mimpi melihat timnya menjadi juara Liga Inggris (24 tahun tentulah bukan waktu yang sebentar) dan sekarang "kami" sudah boleh berharap mimpi itu akan terwujud musim ini meskipun sulit.
Sebenarnya tidak ada yang menyangka kalau ternyata Liverpool bisa membuat pendukungnya untuk bermimpi, terlebih jika melihat pembelian Rodgers di Bursa Transfer musim panas lalu yang bisa dibilang "hemat". Di saat tim lain mendatangkan Marquee Signing bernilai puluhan juta pounds entah itu gelandang atau penyerang, Tim pengoleksi 5 trofi "Big Ear" cukup mendatangkan Mamado Sakho dari PSG dan dia adalah seorang Centre Back. Mkhitaryan lebih memilih ke Dortmund meskipun sejumlah orang di Armenia melakukan "demo" kepada "pemilik" pemain Shaktar Donetsk tersebut agar mau menjualnya ke Liverpool dan yang paling santer tentu saja Willian yang dikabarkan sudah siap merapat ke Melwood karena akun twitternya sudah difollow oleh Lucas dan Coutinho ternyata hanya sampai di London dan akhirnya bergabung dengan Chelsea (salahkan kenapa tidak ada penerbangan langsung dari Russia ke John Lennon Airport, sehingga Willian harus transit di London dan pada akhirnya malah test medis di sana).
Mimpi itu berawal dari 3 kemenangan beruntun pada awal musim dan Liverpool berada di puncak klasemen selama beberapa pekan, sesuatu yang jarang terlihat tentunya. Daniel Sturridge menjadi pahlawan lewat tiga golnya yang membuat Liverpool mendulang 9 poin di tiga match awal. Harapan itu belum terlalu besar,
selain karena hanya menang dengan skor masing masing 1-0 Liverpool pun belum bertemu dengan tim tangguh (untuk pekan ke 3 saya anggap mereka hanya medioker meskipun juara bertahan). Tak lama kemudian Liverpool kembali gagal konsisten dan tertahan di peringkat ke empat setelah kalah dari Hull City di KC Stadium pada tanggal 1 Desember 2013.
Bulan Desember adalah Roller Coaster yang sungguh menyiksa bagi pendukung Liverpool, kami mendapatkan kado natal yang indah di puncak namun harus merayakan tahun baru di tempat ke lima. Sempat memuncaki klasemen setelah menang 3-1 atas Cardiff City, Liverpool kemudian takluk dari
Manchester City dan Chelsea secara beruntun sehingga harus berada di bawah Everton. Sungguh bulan yang aneh dan mimpi itu pun sempat menjadi samar samar sehingga perbincangan mengenai trofi adalah hal yang tabu pada saat itu.
Liverpool mengawali 2014 dengan menaklukkan Hull City 2-0 di Anfield sekaligus membalaskan dendam pada pertemuan sebelumnya, Are You Watching Hull City? Setelah itu Liverpool terus melaju bak Jorge Lorenzo dan sampai dengan pekan ke 31 telah berhasil mengumpulkan 68 poin yang artinya hanya tertinggal satu poin dari Chelsea. Tahun 2014 ini Liverpool belum pernah kalah di EPL, sekali lagi belum pernah kalah, duet SAS menjadi terror yang sangat menakutkan bagi pertahanan tim di EPL. Mungkin para defender lawan sudah gemetaran menjelang laga melawan Liverpool membayangkan akan dinutmeg oleh Suarez, belum lagi harus meredam Sturridge dan tentu saja yang tak kalah menakutkan adalah menandingi sprint Raheem Sterling. Hampir semua pertandingan di EPL tahun 2014 terlihat seperti sangat mudah bagi Liverpool, bahkan anak asuh Brendan Rodgers ini sukses mengalahkan MU 0-3 di Old Trafford, kemenangan yang diikuti dengan berkibarnya banner "Make Us Dream".
Make Us Dream bukan Teenage Dream (kalau Teenage dream ini bisa anda buka di youtube dan dijamin anda pasti puas dengan video klipnya), biarkan kami bermimpi sekarang. Bolehkah orang bermimpi? Tak ada yang melarang orang untuk bermimpi, mimpi basah pun tak dilarang. Silakan bermimpi setinggi mungkin, karena seperti lagu Bondan Prakoso & Fade to Black hidup berawal dari mimpi. Bermimpilah untuk jadi juara selagi Liverpool mempunyai kans seperti ini, kesempatan untuk bermimpi seperti saat sekarang sudah lama sekali tak muncul dan anda harus memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Jika memang Liverpool harus juara EPL musim ini ya saya bisa apa selain bikin PO tees Champ19ns.
Sunday, January 12, 2014
Britannia
Beberapa jam lagi Liverpool akan melakoni laga ke 21 nya di pentas EPL, dan laga kali ini harus diakui sangat sangat berat, "seberat cintaku padamu" demikian gombal para muda mudi yang sedang lucu lucunya, atau mungkin sekedar candaan dari seorang pengagum kepada pujaan hatinya. Terlepas dari gombalan atau rayuan atau apapun itu yang jelas laga ini memang sangat berat. Rekor pertemuan yang tak pernah mendukung Liverpool selama bermain di Britannia Stadium seolah olah menjadi beban puluhan ton yang harus dipikul anak anak asuh Brendan Rodgers dan hal tersebut ditambah lagi dengan peringkat Liverpool yang sekarang sedang berada di tempat ke 6 karena pesaing terdekat semuanya menang.
Stoke dibawah asuhan Hughes memang sudah tak sekasar waktu masih dilatih Toni Pulis, tapi toh tetap aja mereka adalah tim yang paling brutal di EPL musim ini, silakan cek whoscored untuk melihat statistiknya.
Silakan berharap tidak ada lagi injakan dari Huth ataupun tekel brutal dari Shawscross dan adu mulut antara Nzonzi dengan Coutinho, tapi itu semua adalah bagian dari drama di EPL.
Berada di peringkat 6 setelah sebelumnya sempat merayakan Natal di puncak tentu merupakan pukulan untuk Liverpool, apalagi kini LFC sudah di sebut sebut sebagai "Tittle Contender" menurut sejumlah statement dari sejumlah orang, tetangga depan rumah saya misalnya bilang "Liverpool bisa menjadi juara Liga kalau mereka mau memperdalam skuadnya lagi" baiklah skuad LFC memang tipis, tapi bukankan jika kelak gagal juara kita jadi punya alasan "wajar ga juara, kan skuadnya tipis kayak pembalut nabilah JKT 48" dan banter pun selesai.
Gerrard sudah mengatakan bahwa target utama Liverpool adalah 4 besar dan itu terdengar sangat realistis menilik peforma tim belakangan, tinggal bagaimana nasib menghadapi lawan lawan berikutnya.
Jika ditanya apakah Liverpool akan membawa poin dari Britannia malam ini, maka saya memilih akan mengosongkan jawaban untuk pertanyaan tersebut dan mengerjakan pertanyaan yang berikutnya. Pesimis? Tidak juga, namun dengan menjaga ekspektasi itu akan membuat saya lebih sehat secara batin menjelang Ujian Akhir Semester minggu ini.
Sekedar informasi Stoke baru sekali kalah di Britannia musim ini dan pelakunya adalah Norwich, silakan berhitung hitung mengenai peluang malam ini.
Stoke dibawah asuhan Hughes memang sudah tak sekasar waktu masih dilatih Toni Pulis, tapi toh tetap aja mereka adalah tim yang paling brutal di EPL musim ini, silakan cek whoscored untuk melihat statistiknya.
Silakan berharap tidak ada lagi injakan dari Huth ataupun tekel brutal dari Shawscross dan adu mulut antara Nzonzi dengan Coutinho, tapi itu semua adalah bagian dari drama di EPL.
Berada di peringkat 6 setelah sebelumnya sempat merayakan Natal di puncak tentu merupakan pukulan untuk Liverpool, apalagi kini LFC sudah di sebut sebut sebagai "Tittle Contender" menurut sejumlah statement dari sejumlah orang, tetangga depan rumah saya misalnya bilang "Liverpool bisa menjadi juara Liga kalau mereka mau memperdalam skuadnya lagi" baiklah skuad LFC memang tipis, tapi bukankan jika kelak gagal juara kita jadi punya alasan "wajar ga juara, kan skuadnya tipis kayak pembalut nabilah JKT 48" dan banter pun selesai.
Gerrard sudah mengatakan bahwa target utama Liverpool adalah 4 besar dan itu terdengar sangat realistis menilik peforma tim belakangan, tinggal bagaimana nasib menghadapi lawan lawan berikutnya.
Jika ditanya apakah Liverpool akan membawa poin dari Britannia malam ini, maka saya memilih akan mengosongkan jawaban untuk pertanyaan tersebut dan mengerjakan pertanyaan yang berikutnya. Pesimis? Tidak juga, namun dengan menjaga ekspektasi itu akan membuat saya lebih sehat secara batin menjelang Ujian Akhir Semester minggu ini.
Sekedar informasi Stoke baru sekali kalah di Britannia musim ini dan pelakunya adalah Norwich, silakan berhitung hitung mengenai peluang malam ini.
Thursday, December 26, 2013
Menanti Peforma Kelly
Martin Kelly, pemain belakang yang begitu digilai sejumlah penggemar Liverpool dari kaum hawa. Selain karena masih muda, besar tinggi, dan memiliki wajah seperti John Mayer (untuk poin terakhir silakan anda lihat dan nilai sendiri, saya hanya memakai anggapan dari admin akun @IndoSteviG) Kelly juga merupakan salah satu bek kanan asli akademi yang dianggap memiliki prospek cerah untuk bisa menjadi bek kanan masa depan Liverpool. Meskipun memiliki postur yang tinggi, sprint Kelly mampu mengimbangi winger winger EPL sehingga sektor kanan sangat sulit dilewati ketika dia menempati pos tersebut.
Namun apadaya ternyata cedera yang dialaminya ketika pertandingan melawan Manchester United tahun lalu membuatnya harus absen selama semusim. Krisis bek kanan itulah yang kemudian membuat Andre Wisdom berhasil beberapa kali menjadi starter di sejumlah pertandingan EPL dan Europe League. Kelly baru sembuh setelah musim berakhir dan sempat bermain ketika melawan Preston di laga Pre-Season, dia juga mengikuti tur Liverpool ke Asia pada bulan Juli.
Pemain berumur 23 tahun ini comeback dari cedera panjang pada laga Liverpool melawan WBA sebagai pemain pengganti pada menit ke 62, ketika Liverpool menjamu West Ham pun Kelly sempat bermain selama 11 menit. Baru ketika minggu lalu menghadapi Cardiff di Anfield lah Martin Kelly mendapatkan menit bermain yang lumayan banyak setelah dimasukkan Brendan Rodgers pada menit ke 55 untuk menggantikan Flanagan.
Harus diakui peforma Kelly di 35 menit tersebut masih jauh dari yang diharapkan, dia seperti kebingungan dengan posisinya sendiri dan berkali kali dilewati oleh lawan. Kelly sudah tak seperti beberapa musim lalu, dia tidak mungkin bisa dilewati dengan semudah itu karena kedisiplinannya mengawal sisi kanan. Melihat peforma Kelly pun banyak orang berkicau bahwa keputusan Rodgers untuk menarik Flanagan terlalu dini, karena memang kemudian Liverpool kebobolan satu gol yang lagi lagi lewat set pieces.
Nanti malam Liverpool akan bertandang ke Etihad Stadium, tempat di mana pada musim ini semua lawan tidak ada satupun yang bisa pulang membawa poin dari sana. Etihad Stadium mendadak menjadi tempat paling angker saat ini, mungkin sama angkernya dengan segitiga bermuda, tidak ada orang yang selamat ketika ke sana.
Dan celakanya, beredar isu kalau "The Scouse Cafu" sedang mengalami cedera dan terancam tidak bisa memperkuat Liverpool nanti malam, padahal dia sedang mengalami masa masa terbaiknya di Liverpool. Jika beberapa minggu yang lalu orang orang panik karena Flanagan yang dipasang Rodgers di bek kiri, sekarang mereka panik karena Flanagan harus absen.........people
Jika memang "The Scouse cafu" harus absen, maka Rodgers mau tidak mau harus mencoba Martin Kelly dan percaya kepada pemuda kelahiran Whiston tersebut. Memang Kelly bermain buruk ketika menghadapi Cardiff, tapi bukankan Flanagan juga bermain buruk ketika menghadapi Arsenal sebelum akhirnya dia bermain apik ketika berhadapan dengan Everton. Kelly baru sembuh dan dia tentu membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan skema tim yang sekarang, jadi tidak ada salahnya jika kemudian Brendan memberikan kesempatan kepadanya. Dan hey, Liverpool akan bertandang ke Etihad, tempat dimana semua tim besar bertumbangan dengan skor telak, jadi dapat poin ya syukur tidak dapat poin ya sudahla.
Come on you Martin Kelly, put Nasri into your pocket.
Namun apadaya ternyata cedera yang dialaminya ketika pertandingan melawan Manchester United tahun lalu membuatnya harus absen selama semusim. Krisis bek kanan itulah yang kemudian membuat Andre Wisdom berhasil beberapa kali menjadi starter di sejumlah pertandingan EPL dan Europe League. Kelly baru sembuh setelah musim berakhir dan sempat bermain ketika melawan Preston di laga Pre-Season, dia juga mengikuti tur Liverpool ke Asia pada bulan Juli.
Pemain berumur 23 tahun ini comeback dari cedera panjang pada laga Liverpool melawan WBA sebagai pemain pengganti pada menit ke 62, ketika Liverpool menjamu West Ham pun Kelly sempat bermain selama 11 menit. Baru ketika minggu lalu menghadapi Cardiff di Anfield lah Martin Kelly mendapatkan menit bermain yang lumayan banyak setelah dimasukkan Brendan Rodgers pada menit ke 55 untuk menggantikan Flanagan.
Harus diakui peforma Kelly di 35 menit tersebut masih jauh dari yang diharapkan, dia seperti kebingungan dengan posisinya sendiri dan berkali kali dilewati oleh lawan. Kelly sudah tak seperti beberapa musim lalu, dia tidak mungkin bisa dilewati dengan semudah itu karena kedisiplinannya mengawal sisi kanan. Melihat peforma Kelly pun banyak orang berkicau bahwa keputusan Rodgers untuk menarik Flanagan terlalu dini, karena memang kemudian Liverpool kebobolan satu gol yang lagi lagi lewat set pieces.
Nanti malam Liverpool akan bertandang ke Etihad Stadium, tempat di mana pada musim ini semua lawan tidak ada satupun yang bisa pulang membawa poin dari sana. Etihad Stadium mendadak menjadi tempat paling angker saat ini, mungkin sama angkernya dengan segitiga bermuda, tidak ada orang yang selamat ketika ke sana.
Dan celakanya, beredar isu kalau "The Scouse Cafu" sedang mengalami cedera dan terancam tidak bisa memperkuat Liverpool nanti malam, padahal dia sedang mengalami masa masa terbaiknya di Liverpool. Jika beberapa minggu yang lalu orang orang panik karena Flanagan yang dipasang Rodgers di bek kiri, sekarang mereka panik karena Flanagan harus absen.........people
Jika memang "The Scouse cafu" harus absen, maka Rodgers mau tidak mau harus mencoba Martin Kelly dan percaya kepada pemuda kelahiran Whiston tersebut. Memang Kelly bermain buruk ketika menghadapi Cardiff, tapi bukankan Flanagan juga bermain buruk ketika menghadapi Arsenal sebelum akhirnya dia bermain apik ketika berhadapan dengan Everton. Kelly baru sembuh dan dia tentu membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan skema tim yang sekarang, jadi tidak ada salahnya jika kemudian Brendan memberikan kesempatan kepadanya. Dan hey, Liverpool akan bertandang ke Etihad, tempat dimana semua tim besar bertumbangan dengan skor telak, jadi dapat poin ya syukur tidak dapat poin ya sudahla.
Come on you Martin Kelly, put Nasri into your pocket.
Sunday, December 15, 2013
FLANO !!!
Pekan ke 32 musim 2010-2011 Liverpool menjamu salah satu penghuni empat besar yaitu Manchester City yang sedang mengumpulkan bintang dari penjuru dunia karena uang tak terbatas pemiliknya. Laga yang digelar pada hari Senin tanggal 11 April 2011 tersebut dimenangkan Liverpool dengan skor 3-0 sekaligus pembalasan atas pertemuan pertama di kandang Citizen dimana Liverpool tumbang dengan skor yang sama. Saya yang kebetulan nonton (waktu itu hak siar masih dipegang MNC Grup, jadi match subuh tetap disiarkan) hampir tidak percaya tim yang pada paruh musim pertama bersaing di zona degradasi ternyata bisa menang telak atas Manchester City padahal sejumlah pemain utama Liverpool banyak yang cedera. Gara gara laga ini pula saya sempat terbuai oleh harapan yang kemudian ternyata menjadi harapan palsu, harapan kalau banderol 35 juta itu sesuai ternyata hanya sebuah harapan semu karena ternyata pemain bernomor punggung 9 tersebut lebih sering menjadi bahan troll di twitter bersama sama dengan nomor 9 sebelumnya gara gara kesulitan menemukan letak gawang lawan, tapi ahsudahla bukan hal itu yang akan dibahas pada kesempatan kali ini.
Starting line-up Liverpool malam itu adalah Reina (GK), Carragher, Skrtel, Aurelio, FLANAGAN, Meireles, Lucas, Jay Almighty Spearing, Kuyt, Suarez, dan Carroll. Cederanya Glen Johnson dan Martin Kelly membuat Liverpool mengalami krisis bek kanan dan untuk mengisi slot tersebut King Kenny memanggil salah satu personil reserves, Jon Flanagan. Pemuda yang pada saat itu berumur 18 tahun pun sukses menjalani debut dengan baik di Anfield meskipun sempat terpelanting karena cas bodi dengan Balotelli.
Seminggu kemudian Flanagan kembali mendapatkan kepercayaan dari King Kenny untuk mengisi fullback kanan dan Liverpool akan bertandang ke Emirates Stadium, kandang dari Arsenal yang saat itu menempati peringkat kedua. Laga yang berlangsung lebih dari 100 menit dan berakhir 1-1 itu menjadi laga kedua Flanagan, bisa dibayangkan bagaimana perasaan pemuda berumur 18 tahun yang dua laga awal karirnya berhadapan dengan tim tim tangguh. Dia adalah masa depan Liverpool.
Bermain di 7 laga terakhir Liverpool musim 2010-2011 ternyata belum membuat Flanagan bisa menembus posisi inti di sektor bek kanan, pada musim 2011-2012 dia hanya tampil sebanyak 5 kali termasuk ketika backpass gagalnya ke Doni yang menyebabkan penalti ketika laga melawan Blackburn Rovers. Di era Rodgers pada musim 2012-2013 pun Flanagan tidak mendapatkan kesempatan bermain bersama tim inti, selain disebabkan cedera, penampilan stabil Andre Wisdom juga berhasil mencuri perhatian Rodgers sehingga Flano gagal menambah caps di tim inti.
Di tahun kedua kepelatihan Rodgers sektor bek kiri mendadak krisis setelah Jose Enrique cedera dan Aly Cissokho yang bermain tak ubahnya Konchesky sehingga Brendan menempatkan Flanagan sebagai bek kiri ketika derby Merseyside dan tentu saja dia dibully habis habisan oleh Mirallas. Meskipun dibully oleh Mirallas, tidak ada gol yang tercipta akibat kesalahannya dalam menjaga sektor kiri pertahanan Liverpool.
Bermain bukan pada posisinya (meskipun sempat beberapa kali bermain sebagai bek kiri di reserves) ternyata tidak membuat Flanagan hanya menjadi pelengkap di lapangan. Dia tampil begitu bersemangat dan berusaha sekuat tenaga agar sektor kiri Liverpool aman meskipun mungkin dia tidak sebaik Jose Enrique, tapi hei, dia adalah pemuda berumur 20 tahun dan dia aslinya adalah bek kanan, berikan jempol untuk dia, dia layak mendapatkannya.
Dengan absennya Enrique sampai Januari maka dipastikan Flano akan terus mengisi slot bek kiri selama Desember dan ujian berat akan dimulai ketika Liverpool bertandang ke White Hart Lane nanti malam. Mampukan Flano meredam sektor sayap kanan Spurs yang mempunyai Townsend ataupun Holtby? Biarkan dia menjawabnya nanti malam
Melihat Flanagan yang bisa menembus skuad utama karena usaha keras dan perjuangan di lapangan harusnya para pemain akademi yang lain bisa mencontohnya, bahwa usaha dan kerja keras bisa membuahkan hasil meskipun mungkin dia tidak memiliki skill sebaik fullback lainnya. Keep it Flano, You'll Never Walk Alone
Starting line-up Liverpool malam itu adalah Reina (GK), Carragher, Skrtel, Aurelio, FLANAGAN, Meireles, Lucas, Jay Almighty Spearing, Kuyt, Suarez, dan Carroll. Cederanya Glen Johnson dan Martin Kelly membuat Liverpool mengalami krisis bek kanan dan untuk mengisi slot tersebut King Kenny memanggil salah satu personil reserves, Jon Flanagan. Pemuda yang pada saat itu berumur 18 tahun pun sukses menjalani debut dengan baik di Anfield meskipun sempat terpelanting karena cas bodi dengan Balotelli.
Seminggu kemudian Flanagan kembali mendapatkan kepercayaan dari King Kenny untuk mengisi fullback kanan dan Liverpool akan bertandang ke Emirates Stadium, kandang dari Arsenal yang saat itu menempati peringkat kedua. Laga yang berlangsung lebih dari 100 menit dan berakhir 1-1 itu menjadi laga kedua Flanagan, bisa dibayangkan bagaimana perasaan pemuda berumur 18 tahun yang dua laga awal karirnya berhadapan dengan tim tim tangguh. Dia adalah masa depan Liverpool.
Bermain di 7 laga terakhir Liverpool musim 2010-2011 ternyata belum membuat Flanagan bisa menembus posisi inti di sektor bek kanan, pada musim 2011-2012 dia hanya tampil sebanyak 5 kali termasuk ketika backpass gagalnya ke Doni yang menyebabkan penalti ketika laga melawan Blackburn Rovers. Di era Rodgers pada musim 2012-2013 pun Flanagan tidak mendapatkan kesempatan bermain bersama tim inti, selain disebabkan cedera, penampilan stabil Andre Wisdom juga berhasil mencuri perhatian Rodgers sehingga Flano gagal menambah caps di tim inti.
Di tahun kedua kepelatihan Rodgers sektor bek kiri mendadak krisis setelah Jose Enrique cedera dan Aly Cissokho yang bermain tak ubahnya Konchesky sehingga Brendan menempatkan Flanagan sebagai bek kiri ketika derby Merseyside dan tentu saja dia dibully habis habisan oleh Mirallas. Meskipun dibully oleh Mirallas, tidak ada gol yang tercipta akibat kesalahannya dalam menjaga sektor kiri pertahanan Liverpool.
Bermain bukan pada posisinya (meskipun sempat beberapa kali bermain sebagai bek kiri di reserves) ternyata tidak membuat Flanagan hanya menjadi pelengkap di lapangan. Dia tampil begitu bersemangat dan berusaha sekuat tenaga agar sektor kiri Liverpool aman meskipun mungkin dia tidak sebaik Jose Enrique, tapi hei, dia adalah pemuda berumur 20 tahun dan dia aslinya adalah bek kanan, berikan jempol untuk dia, dia layak mendapatkannya.
Dengan absennya Enrique sampai Januari maka dipastikan Flano akan terus mengisi slot bek kiri selama Desember dan ujian berat akan dimulai ketika Liverpool bertandang ke White Hart Lane nanti malam. Mampukan Flano meredam sektor sayap kanan Spurs yang mempunyai Townsend ataupun Holtby? Biarkan dia menjawabnya nanti malam
Melihat Flanagan yang bisa menembus skuad utama karena usaha keras dan perjuangan di lapangan harusnya para pemain akademi yang lain bisa mencontohnya, bahwa usaha dan kerja keras bisa membuahkan hasil meskipun mungkin dia tidak memiliki skill sebaik fullback lainnya. Keep it Flano, You'll Never Walk Alone
Wednesday, December 4, 2013
Menanti Kiprah Liverpool di Bulan Desember
Sebelum memasuki bulan Desember, Liverpool masih menguntit Arsenal di tempat kedua dengan selisih empat poin. Pencapaian yang boleh dikatakan luar biasa jika melihat bagaimana skuad yang dimiliki Liverpool saat ini. Bisa dibayangkan bagaimana Liverpool bisa nangkring di tempat kedua padahal tanpa diperkuat Suarez pada 5 laga awal EPL, belum lagi kemudian kehilangan Coutinho sehingga Suarez dan Sturridge harus berjuang tanpa suplai bola dari si nomor sepuluh. Tapi toh pada akhirnya Liverpool tetap saja "sukses" membayangi Arsenal yang disebut sebagai kandidat kuat juara musim ini.
Sampai pada akhirnya di awal Desember Liverpool harus bertandang ke KC Stadium, kandang dari Hull City yang baru saja promosi musim ini bersama Cardiff dan Crystal Palace. Seharusnya Liverpool bisa mengatasi Hull City dengan mudah jika melihat peforma musim ini yang begitu menjanjikan ketika bertemu tim "papan bawah".
Namun apa daya, ternyata Fowler berkehendak lain pada minggu tersebut. Tidak ada lagi dewi fortuna seperti laga laga sebelumnya, sehingga Liverpool pun gagal membendung tuan rumah dan tiga gol bersarang di gawang Simon Mignolet. Entah apa yang terjadi dengan Liverpool, tiga gol tuan rumah hanya berbalas satu yang lahir dari freekick sang kapten. Mungkin Fowler terlalu asyik reply reply-an dengan Didi Hamman tentang Adnan Januzaj sehingga dia lupa memberkati para pemain Liverpool di KC Stadium dan Liverbird pun di terkam oleh Tiger yang sebenarnya sedang ompong.
Dinihari nanti Liverpool akan menjamu Norwich City di Anfield dalam lanjutan Premier League. Dilihat dari empat pertemuan terakhir harusnya Liverpool mutlak mendapatkan 3 poin nanti, namun semuanya tergantung bagaimana taktik dari Brendan dan penerapannya oleh para pemain.
Kemenangan jelas penting bagi Liverpool untuk menjaga asa agar tetap berada di empat besar hingga pergantian tahun, karena akan ada lawan lawan berat menanti di pekan pekan selanjutnya. Selepas menjamu Norwich, Liverpool akan bertemu dengan West Ham dan sampai akhir tahun Liverpool akan berhadapan dengan Tottenham, Manchester City, dan Chelsea. Ketiga tim tersebut jelas merupakan lawan tangguh dan pasti akan menguras fisik dari pemain. Kita akan lihat kepiawaian Rodgers dalam meracik dan melakukan rotasi di jadwal yang super padat kali ini.
Berhadapan dengan tim tangguh dengan skuad yang dalam seperti Spurs, Chelsea, dan City jelas memerlukan konsentrasi dan stamina yang prima. Ditambah dengan absennya Enrique sampai Januari, sektor kiri pun bakal menjadi lahan basah untuk dibully oleh lawan. Saya tidak ingin membayangkan, namun jika ada yang mau silakan coba menerawang ke depan untuk mengira ngira bagaimana Flanagan harus berhadapan dengan Jesus Navas dan Townsend *urut dada*
Tidak ada yang bisa menebak bagaimana peforma Liverpool menjalani bulan Desember ini, jikapun bisa pasti dia adalah orang dalam Yang Di Atas. Yang jelas hasil di bulan Desember akan sangat besar pengaruhnya untuk posisi di akhir musim nanti. Jika bisa bertahan di empat besar hingga Januari, maka besar peluang Liverpool untuk bisa tampil di Eropa musim 2014/2015. Namun jika berada di luar enam besar maka perjuangan untuk bertarung di empat besar akan semakin berat dan caption footy jokes yang "tidak pernah kalah di Liga champions selama 5 musim" akan tetap bertebaran setiap hari selasa dan rabu di musim 2014/2015.
Mari berharap agar Desember tahun ini bersikap ramah kepada Liverpool sehingga harapan Gerrard dan Suarez bisa terkabul jika harapan Kolo Toure mungkin terlalu tinggi.
Sampai pada akhirnya di awal Desember Liverpool harus bertandang ke KC Stadium, kandang dari Hull City yang baru saja promosi musim ini bersama Cardiff dan Crystal Palace. Seharusnya Liverpool bisa mengatasi Hull City dengan mudah jika melihat peforma musim ini yang begitu menjanjikan ketika bertemu tim "papan bawah".
Namun apa daya, ternyata Fowler berkehendak lain pada minggu tersebut. Tidak ada lagi dewi fortuna seperti laga laga sebelumnya, sehingga Liverpool pun gagal membendung tuan rumah dan tiga gol bersarang di gawang Simon Mignolet. Entah apa yang terjadi dengan Liverpool, tiga gol tuan rumah hanya berbalas satu yang lahir dari freekick sang kapten. Mungkin Fowler terlalu asyik reply reply-an dengan Didi Hamman tentang Adnan Januzaj sehingga dia lupa memberkati para pemain Liverpool di KC Stadium dan Liverbird pun di terkam oleh Tiger yang sebenarnya sedang ompong.
Dinihari nanti Liverpool akan menjamu Norwich City di Anfield dalam lanjutan Premier League. Dilihat dari empat pertemuan terakhir harusnya Liverpool mutlak mendapatkan 3 poin nanti, namun semuanya tergantung bagaimana taktik dari Brendan dan penerapannya oleh para pemain.
Kemenangan jelas penting bagi Liverpool untuk menjaga asa agar tetap berada di empat besar hingga pergantian tahun, karena akan ada lawan lawan berat menanti di pekan pekan selanjutnya. Selepas menjamu Norwich, Liverpool akan bertemu dengan West Ham dan sampai akhir tahun Liverpool akan berhadapan dengan Tottenham, Manchester City, dan Chelsea. Ketiga tim tersebut jelas merupakan lawan tangguh dan pasti akan menguras fisik dari pemain. Kita akan lihat kepiawaian Rodgers dalam meracik dan melakukan rotasi di jadwal yang super padat kali ini.
Berhadapan dengan tim tangguh dengan skuad yang dalam seperti Spurs, Chelsea, dan City jelas memerlukan konsentrasi dan stamina yang prima. Ditambah dengan absennya Enrique sampai Januari, sektor kiri pun bakal menjadi lahan basah untuk dibully oleh lawan. Saya tidak ingin membayangkan, namun jika ada yang mau silakan coba menerawang ke depan untuk mengira ngira bagaimana Flanagan harus berhadapan dengan Jesus Navas dan Townsend *urut dada*
Tidak ada yang bisa menebak bagaimana peforma Liverpool menjalani bulan Desember ini, jikapun bisa pasti dia adalah orang dalam Yang Di Atas. Yang jelas hasil di bulan Desember akan sangat besar pengaruhnya untuk posisi di akhir musim nanti. Jika bisa bertahan di empat besar hingga Januari, maka besar peluang Liverpool untuk bisa tampil di Eropa musim 2014/2015. Namun jika berada di luar enam besar maka perjuangan untuk bertarung di empat besar akan semakin berat dan caption footy jokes yang "tidak pernah kalah di Liga champions selama 5 musim" akan tetap bertebaran setiap hari selasa dan rabu di musim 2014/2015.
Mari berharap agar Desember tahun ini bersikap ramah kepada Liverpool sehingga harapan Gerrard dan Suarez bisa terkabul jika harapan Kolo Toure mungkin terlalu tinggi.
Monday, November 11, 2013
Dewi Fortuna Kembali Menyambangi Liverpool
Tykhe adalah Dewi dari keberuntungan atau istilah kerennya "lucky", di sejumlah bacaan yang beredar Tykhe ini kemudian diistilahkan Dewi Fortuna di Indonesia. Dewi Fortuna ini dihormati sebagai dewi keberuntungan, kesuksesan, dan kemakmuran. Entah bagaimana kemudian Dewi Fortuna ini sering dihubungkan dengan sepakbola karena "lucky" juga salah satu faktor yang membuat sepakbola terlihat sebagai olahraga yang paling menarik di muka bumi ini. Final Istanbul 2005 pun dianggap sebagai salah satu bentuk campur tangan dari Dewi Fortuna, bagaimana Liverpool yang sudah tertinggal 3 gol pada babak pertama kemudian sukses meyamakan kedudukan pada babak kedua dalam tempo 6 menit dan Gerrard mengangkat Piala setelah menang adu penalti. Semangat pantang menyerah yang dibantu oleh Dewi Fortuna itu sudah berhasil menciptakan kesuksesan, walaupun hal itu sudah 8 tahun yang lalu (saya masih SMP).
Dewi Fortuna atau apapun istilahnya tampaknya sedang menyambangi salah satu klub sepakbola di kota pelabuhan Inggris Raya, klub yang sudah bertahun tahun mengalami masa medioker sejak ditinggal salah satu pelatih kesayangan mereka, Rafael Benitez. Dewi fortuna ini diidentikkan dengan keberuntungan atau istilah orang di pontianak "heng" sudah begitu lama menjauhi klub yang didirikan oleh John Houlding tersebut, meskipun sempat meraih trofi Carling Cup di tahun 2012 tapi ternyata hal tersebut bukanlah apa apa karena toh pada akhir musim Sang Raja dilengserkan dari kursi kepelatihannya dan digantikan oleh Brendan Rodgers.
Musim 2011-2012 adalah saat di mana Dewi Fortuna seperti terlihat seolah memblacklist Liverpool dari salah satu klub yang boleh menerima keberuntungan, sehingga tendangan pemain Liverpool seperti tidak diijinkan untuk masuk ke gawang lawan. Mungkin Dewi Fortuna meniupkan sedikit angin sehingga puluhan shot yang seharusnya menjadi gol malah membentur tiang dan pada akhirnya Liverpool terdampar di peringkat 8, sama seperti nomor punggung Gerrard (oke ini tidak penting). Di musim tersebut bukan hanya di Liga saja Liverpool yang kesulitan memperoleh keberuntungan, pada final piala FA 2012 di Wembley melawan Chelsea gol Andy Carroll pun dianulir karena dianggap belum melewati garis dan sayang sekali karena pada tahun itu belum ada teknologi garis gawang, namun itulah yang membuat sepakbola terlihat lebih manusiawi bukan seperti pada game game konsol.
Di era Brendan Rodgers, Dewi Fortuna pun tampaknya masih ogah ogahan untuk mampir ke Anfield sampai paruh musim pertama. Namun ketika memasuki paruh musim kedua Dewi Fortuna mulai nongkrong di bar di pusat kota Merseyside sampai kemudian dia mengijinkan tembakan Downing melewati kolong dari Jan Vertonghen dan kemudain Liverpool menang atas Tottenham 3-2 lewat gol terakhir dari penalti sang kapten.
Dewi Fortuna mengambil sedikit DNA Iniesta dan memasukkan skill through ballnya ke dalam kaki Coutinho sehingga terjadilah terobosan membelah lautan yang berkali kali terlihat di beberapa laga menjelang akhir musim dan Sturridge bersama Suarez pun sudah merasakan betapa manisnya through ball pemilik nomor 10 ini. Meskipun hanya finish di tempat ke tujuh tapi setidaknya peforma di paruh musim kedua sudah memenuhi ekspektasi sejumlah pengamat.
Musim 2013-2014 dimulai dan Liverpool harus mengarungi 5 laga tanpa topskor mereka musim lalu, Luis Bite Suarez akibat skorsing panjangnya. Namun dari sinilah terlihat bahwa Dewi Fortuna sekarang sudah bersama Liverpool dan selalu senantiasa mendampingi anak asuh Brendan Rodgers dan hasilnya adalah 3 kemenangan beruntun di awal musim yang mana sempat membuat Liverpool menjadi pemimpin klasemen sementara. Yang paling penting tentu saja tiga kemenangan pertama tersebut semuanya berakhir dengan skor 1-0 dan semua gol dicetak oleh Daniel Sturridge.
Dan kini hingga pekan ke 11 Liverpool telah memenangkan 7 laga, 2 seri, dan 2 kalah sehingga memantapkan posisinya di peringkat 2 meskipun jarak poin yang sangat ketat di EPL bisa membuat tim manapun terlempar ke papan tengah jika kalah. Liverpool hanya tertinggal dua poin dari Arsenal yang kini memimpin klasemen, namun hanya berjarak 3 poin dengan Spurs yang ada di peringkat 7, jadi apapun masih bisa terjadi.
Pada pekan ke 10 di saat Liverpool menyerah di Emirates Stadium, secara mengejutkan Chelsea juga menyerah dari Newcastle dengan skor yang sama diikuti oleh Southampton dan Spurs yang hanya bisa meraih hasil imbang dan hasilnya Liverpool tetap aman di peringkat ke tiga.
Sedangkan dipekan lalu Liverpool berhasil menghajar Fulham 4-0 di Anfield, hasil yang sangat baik meskipun musim lalu Fulham juga selalu menjadi bulan bulanan Liverpool. Pada pekan tersebut Dewi Fortuna menyambangi Stamford Bridge terlebih dahulu dan hasilnya anak asuh The Special One ini hanya bisa meraih hasil seri dan itupun dikarenakan penalti di injury time setelah aksi menyelam Ramires sukses mengelabui wasit. Jadilah Liverpool menggeser Chelsea di tempat kedua, dan secara mengejutkan besoknya tim peringkat 8 sukses menaklukkan tim nomor satu lewat skema set piece. Dan persaingan di papan atas Liga Premier semaik ketat, seketat baju Evan Sanders.
Liverpool tampaknya sudah dihapus dari daftar hitam tim milik Dewi Fortuna sehingga musim ini jumlah tembakan menghantam tiang menurun drastis dan sejumlah gol krusial pun berhasil menjadi penentu kemenangan Liverpool sehingga tidak terlalu banyak poin yang terbuang di 11 pertandingan awal ini. Namun musim sangat panjang, masih ada 27 pertandingan lainnya yang harus dilewati ditambah padatnya jadwal pada bulan Desember sampai Januari nanti. Semoga saja Dewi Fortuna masih berpihak kepada Liverpool sampai akhir musim usai terlepas dari nyata atau tidaknya mitologi mengenai Dewi Fortuna ini.
Dewi Fortuna atau apapun istilahnya tampaknya sedang menyambangi salah satu klub sepakbola di kota pelabuhan Inggris Raya, klub yang sudah bertahun tahun mengalami masa medioker sejak ditinggal salah satu pelatih kesayangan mereka, Rafael Benitez. Dewi fortuna ini diidentikkan dengan keberuntungan atau istilah orang di pontianak "heng" sudah begitu lama menjauhi klub yang didirikan oleh John Houlding tersebut, meskipun sempat meraih trofi Carling Cup di tahun 2012 tapi ternyata hal tersebut bukanlah apa apa karena toh pada akhir musim Sang Raja dilengserkan dari kursi kepelatihannya dan digantikan oleh Brendan Rodgers.
Musim 2011-2012 adalah saat di mana Dewi Fortuna seperti terlihat seolah memblacklist Liverpool dari salah satu klub yang boleh menerima keberuntungan, sehingga tendangan pemain Liverpool seperti tidak diijinkan untuk masuk ke gawang lawan. Mungkin Dewi Fortuna meniupkan sedikit angin sehingga puluhan shot yang seharusnya menjadi gol malah membentur tiang dan pada akhirnya Liverpool terdampar di peringkat 8, sama seperti nomor punggung Gerrard (oke ini tidak penting). Di musim tersebut bukan hanya di Liga saja Liverpool yang kesulitan memperoleh keberuntungan, pada final piala FA 2012 di Wembley melawan Chelsea gol Andy Carroll pun dianulir karena dianggap belum melewati garis dan sayang sekali karena pada tahun itu belum ada teknologi garis gawang, namun itulah yang membuat sepakbola terlihat lebih manusiawi bukan seperti pada game game konsol.
Di era Brendan Rodgers, Dewi Fortuna pun tampaknya masih ogah ogahan untuk mampir ke Anfield sampai paruh musim pertama. Namun ketika memasuki paruh musim kedua Dewi Fortuna mulai nongkrong di bar di pusat kota Merseyside sampai kemudian dia mengijinkan tembakan Downing melewati kolong dari Jan Vertonghen dan kemudain Liverpool menang atas Tottenham 3-2 lewat gol terakhir dari penalti sang kapten.
Dewi Fortuna mengambil sedikit DNA Iniesta dan memasukkan skill through ballnya ke dalam kaki Coutinho sehingga terjadilah terobosan membelah lautan yang berkali kali terlihat di beberapa laga menjelang akhir musim dan Sturridge bersama Suarez pun sudah merasakan betapa manisnya through ball pemilik nomor 10 ini. Meskipun hanya finish di tempat ke tujuh tapi setidaknya peforma di paruh musim kedua sudah memenuhi ekspektasi sejumlah pengamat.
Musim 2013-2014 dimulai dan Liverpool harus mengarungi 5 laga tanpa topskor mereka musim lalu, Luis Bite Suarez akibat skorsing panjangnya. Namun dari sinilah terlihat bahwa Dewi Fortuna sekarang sudah bersama Liverpool dan selalu senantiasa mendampingi anak asuh Brendan Rodgers dan hasilnya adalah 3 kemenangan beruntun di awal musim yang mana sempat membuat Liverpool menjadi pemimpin klasemen sementara. Yang paling penting tentu saja tiga kemenangan pertama tersebut semuanya berakhir dengan skor 1-0 dan semua gol dicetak oleh Daniel Sturridge.
Dan kini hingga pekan ke 11 Liverpool telah memenangkan 7 laga, 2 seri, dan 2 kalah sehingga memantapkan posisinya di peringkat 2 meskipun jarak poin yang sangat ketat di EPL bisa membuat tim manapun terlempar ke papan tengah jika kalah. Liverpool hanya tertinggal dua poin dari Arsenal yang kini memimpin klasemen, namun hanya berjarak 3 poin dengan Spurs yang ada di peringkat 7, jadi apapun masih bisa terjadi.
Pada pekan ke 10 di saat Liverpool menyerah di Emirates Stadium, secara mengejutkan Chelsea juga menyerah dari Newcastle dengan skor yang sama diikuti oleh Southampton dan Spurs yang hanya bisa meraih hasil imbang dan hasilnya Liverpool tetap aman di peringkat ke tiga.
Sedangkan dipekan lalu Liverpool berhasil menghajar Fulham 4-0 di Anfield, hasil yang sangat baik meskipun musim lalu Fulham juga selalu menjadi bulan bulanan Liverpool. Pada pekan tersebut Dewi Fortuna menyambangi Stamford Bridge terlebih dahulu dan hasilnya anak asuh The Special One ini hanya bisa meraih hasil seri dan itupun dikarenakan penalti di injury time setelah aksi menyelam Ramires sukses mengelabui wasit. Jadilah Liverpool menggeser Chelsea di tempat kedua, dan secara mengejutkan besoknya tim peringkat 8 sukses menaklukkan tim nomor satu lewat skema set piece. Dan persaingan di papan atas Liga Premier semaik ketat, seketat baju Evan Sanders.
Liverpool tampaknya sudah dihapus dari daftar hitam tim milik Dewi Fortuna sehingga musim ini jumlah tembakan menghantam tiang menurun drastis dan sejumlah gol krusial pun berhasil menjadi penentu kemenangan Liverpool sehingga tidak terlalu banyak poin yang terbuang di 11 pertandingan awal ini. Namun musim sangat panjang, masih ada 27 pertandingan lainnya yang harus dilewati ditambah padatnya jadwal pada bulan Desember sampai Januari nanti. Semoga saja Dewi Fortuna masih berpihak kepada Liverpool sampai akhir musim usai terlepas dari nyata atau tidaknya mitologi mengenai Dewi Fortuna ini.
Saturday, November 9, 2013
Nasib Sang "Vice Captain"
Awal musim 2012/2013 Liverpool benar benar sibuk, bukan sibuk belanja pemain ataupun mencari marquee signing seperti kebanyakan tim lainnya, tapi sibuk mempertahankan para pemainnya yang diincar tim lain mulai dari Skrtel, Agger, Suarez, sampai Downing *ehhh. Daniel Agger pun gencar diberitakan akan bergabung ke Manchester City dan Barcelona, tapi untuk menampik hal tersebut Dagger membuat tatto YNWA di jarinya. Tatto yang sangat fenomenal dan menjadi design andalan dari sejumlah vendor tshirt yang berseliweran di lini masa. Tatto Dagger ini menegaskan bahwa dia sangat mencintai Liverpool dan berharap bisa terus bermain di depan para kopites di stadion kebanggannya dengan balutan jersey Liverpool. Loyalitas Agger pun sudah tak diragukan lagi sehingga orang beramai ramai memprediksikan kalau beliau akan menjadi kapten menggantikan Gerrard kelak karena cinta dan loyalitasnya kepada Liverpool.
Musim 2012-2013 pun berlalu dengan hasil Liverpool finish di nomor 7, tapi Agger tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Baginya yang penting dia bisa bermain untuk klub yang dicintainya dan bisa memberikan yang terbaik untuk para pendukung. Tapi Barcelona yang salah satu defendernya sudah uzur terus merayu Agger agar mau berlabuh di Nou Camp, bahkan ada sejumlah akun fanspage Barcelona yang mengupload foto Agger ketika sempat bersekolah di Akademi Barcelona.
Sebagai cara untuk memproteksi Agger pihak klub kemudian menunjukknya sebagi vice captain menggantikan Carragher yang pensiun. Agger tentu saja sangat senang, kini dia sudah semakin menjadi bagian yang sangat penting di Liverpool. Tawaran dari Barcelona pun kembali tak digubris oleh Liverpool dan sampai jendela transfer musim panas ditutup Daniel Agger tetap menjadi milik Liverpool.
Agger selalu bermain penuh di tiga laga awal EPL musim ini dan hasilnya Liverpool selalu berhasil mengamankan angka penuh dan sempat memuncaki klasemen. Sampai semuanya berubah ketika Liverpool memutuskan untuk mendatangkan bek tengah asal PSG, Mamadao Sakho. Agger tak lagi menjadi starter dan bahkan kadang kadang hanya menjadi penonton di bangku cadangan. Sakho menjadi pilar penting di formasi 3-5-2 yang sekarang digunakan oleh Brendan Rodgers dan Agger pun harus rela di nomorduakan. Sebenarnya sungguh ironis karena Agger dinomor duakan setelah dia ditunjuk sebagai vice captain.
Sakho tampil impresif sejak didatangkan dari Paris, namun entah di formasi 3-5-2 Brendan lebih suka memasang Toure, Skrtel, dan Sakho. Cukup mengejutkan memang kenapa Brendan lebih memilih Skrtel sebagai salah satu andalan di 3 belakang padahal Skrtel diakhir musim lalu tampil begitu buruk sehingga malah Agger yang tak kunjung mendapatkan tempat utama di Liverpool.
Banyak yang berharap bahwa Agger yang seharusnya menempati posisi Skrtel di tengah karena dia adalah ball playing defender terbaik saat ini, namun yang menjadi pelatih adalah Brendan Rodgers sehingga para pendukung hanya bisa berceloteh di twitter, blog, ataupun forum forum. Namun jika melihat permainan Skrtel saat ini, maka akan sulit bagi Agger untuk bisa menggesernya. Berikut ada sedikit komparasi dari penampilan keduanya di awal musim ini dan silakan ditelaah sebaik mungkin.
Siapa yang tidak sedih melihat Agger hanya menjadi bench warmer, pemain yang begitu dicintai publik Anfield karena loyalitasnya yang "too damn high" (seperti caption di meme meme). Agger sendiri meminta kepada klub agar dirinya tidak dijual ke klub di Liga Inggris karena dia tidak ingin bersaing bersama klub yang sangat dicintainya di dalam satu liga. Ketika tawaran itu datang dari Barcelona, tim yang setiap musim hampir selalu bisa dipastikan memenangkan Piala serta selalu tampil di Liga Champions (liga yang selalu dijadikan alasan para pemain untuk tidak bergabung ke Liverpool saat ini) Agger tak bergeming karena dia ingin meraih kesuksesan itu bersama Liverpool dan dia yakin Liverpool akan kembali bangkit (meskipun entah kapan).
Apakah nasib Agger akan sama dengan Vermaelen di Arsenal? Kita tidak tahu apa yang ada di pikiran Rodgers ataupun pemilik klub, yang jelas menyaksikan laga Liverpool tanpa Agger pasti saya merasa ada yang kurang dari lini belakang Liverpool. Tidak ada lagi sikut sikutan seperti dia menghajar Fernando Torres ataupun maki makiannya kepada pemain yang melakukan diving seperti yang dilakukannya kepada Gareth Bale. Kedatangan Sakho yang merupakan marquee signing Liverpool di bursa transfer musim panas beberapa bulan yang lalu benar benar menenggelamkan Agger.
Dua bulan lagi bursa transfer musim dingin akan di buka, kita tidak tahu siapa yang akan pergi meninggalkan Anfield, entah itu Skrtel ataupun Agger. Namun saya sangat berharap Agger bisa stay di Anfield, biarkan dia membimbing rekan rekan lain yang lebih muda karena hanya dialah satu satunya pemain yang paling berisik di lini belakang. Biarlah dia meneriaki Enrique atau Lucas kalau mereka melakukan kesalahan.
Tapi apapun yang terjadi Januari nanti, kita semua hanya bisa berharap yang terbaik untuk Vice Captain kita.
Daniel Agger The Greatest Dane !!!
Musim 2012-2013 pun berlalu dengan hasil Liverpool finish di nomor 7, tapi Agger tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Baginya yang penting dia bisa bermain untuk klub yang dicintainya dan bisa memberikan yang terbaik untuk para pendukung. Tapi Barcelona yang salah satu defendernya sudah uzur terus merayu Agger agar mau berlabuh di Nou Camp, bahkan ada sejumlah akun fanspage Barcelona yang mengupload foto Agger ketika sempat bersekolah di Akademi Barcelona.
Sebagai cara untuk memproteksi Agger pihak klub kemudian menunjukknya sebagi vice captain menggantikan Carragher yang pensiun. Agger tentu saja sangat senang, kini dia sudah semakin menjadi bagian yang sangat penting di Liverpool. Tawaran dari Barcelona pun kembali tak digubris oleh Liverpool dan sampai jendela transfer musim panas ditutup Daniel Agger tetap menjadi milik Liverpool.
Agger selalu bermain penuh di tiga laga awal EPL musim ini dan hasilnya Liverpool selalu berhasil mengamankan angka penuh dan sempat memuncaki klasemen. Sampai semuanya berubah ketika Liverpool memutuskan untuk mendatangkan bek tengah asal PSG, Mamadao Sakho. Agger tak lagi menjadi starter dan bahkan kadang kadang hanya menjadi penonton di bangku cadangan. Sakho menjadi pilar penting di formasi 3-5-2 yang sekarang digunakan oleh Brendan Rodgers dan Agger pun harus rela di nomorduakan. Sebenarnya sungguh ironis karena Agger dinomor duakan setelah dia ditunjuk sebagai vice captain.
Sakho tampil impresif sejak didatangkan dari Paris, namun entah di formasi 3-5-2 Brendan lebih suka memasang Toure, Skrtel, dan Sakho. Cukup mengejutkan memang kenapa Brendan lebih memilih Skrtel sebagai salah satu andalan di 3 belakang padahal Skrtel diakhir musim lalu tampil begitu buruk sehingga malah Agger yang tak kunjung mendapatkan tempat utama di Liverpool.
Banyak yang berharap bahwa Agger yang seharusnya menempati posisi Skrtel di tengah karena dia adalah ball playing defender terbaik saat ini, namun yang menjadi pelatih adalah Brendan Rodgers sehingga para pendukung hanya bisa berceloteh di twitter, blog, ataupun forum forum. Namun jika melihat permainan Skrtel saat ini, maka akan sulit bagi Agger untuk bisa menggesernya. Berikut ada sedikit komparasi dari penampilan keduanya di awal musim ini dan silakan ditelaah sebaik mungkin.
Siapa yang tidak sedih melihat Agger hanya menjadi bench warmer, pemain yang begitu dicintai publik Anfield karena loyalitasnya yang "too damn high" (seperti caption di meme meme). Agger sendiri meminta kepada klub agar dirinya tidak dijual ke klub di Liga Inggris karena dia tidak ingin bersaing bersama klub yang sangat dicintainya di dalam satu liga. Ketika tawaran itu datang dari Barcelona, tim yang setiap musim hampir selalu bisa dipastikan memenangkan Piala serta selalu tampil di Liga Champions (liga yang selalu dijadikan alasan para pemain untuk tidak bergabung ke Liverpool saat ini) Agger tak bergeming karena dia ingin meraih kesuksesan itu bersama Liverpool dan dia yakin Liverpool akan kembali bangkit (meskipun entah kapan).
Apakah nasib Agger akan sama dengan Vermaelen di Arsenal? Kita tidak tahu apa yang ada di pikiran Rodgers ataupun pemilik klub, yang jelas menyaksikan laga Liverpool tanpa Agger pasti saya merasa ada yang kurang dari lini belakang Liverpool. Tidak ada lagi sikut sikutan seperti dia menghajar Fernando Torres ataupun maki makiannya kepada pemain yang melakukan diving seperti yang dilakukannya kepada Gareth Bale. Kedatangan Sakho yang merupakan marquee signing Liverpool di bursa transfer musim panas beberapa bulan yang lalu benar benar menenggelamkan Agger.
Dua bulan lagi bursa transfer musim dingin akan di buka, kita tidak tahu siapa yang akan pergi meninggalkan Anfield, entah itu Skrtel ataupun Agger. Namun saya sangat berharap Agger bisa stay di Anfield, biarkan dia membimbing rekan rekan lain yang lebih muda karena hanya dialah satu satunya pemain yang paling berisik di lini belakang. Biarlah dia meneriaki Enrique atau Lucas kalau mereka melakukan kesalahan.
Tapi apapun yang terjadi Januari nanti, kita semua hanya bisa berharap yang terbaik untuk Vice Captain kita.
Daniel Agger The Greatest Dane !!!
Subscribe to:
Posts (Atom)


