Saturday, March 30, 2013

Aston Villa vs Liverpool - preview


International break telah usai dan saatnya Liga Liga di Eropa kembali bergulir, termasuk EPL. Dan kita siap menyaksikan BentekeFC vs SuarezFC, eh Aston Villa vs Liverpool. Liverpool akan bertandang ke kandang Aston Villa yang pada pertemuan pertama berhasil mengalahkan mereka 3-1 di Anfield, sekali lagi di Anfield. Ketika itu sang penyihir asal Belgia, Christian Benteke berhasil menyihir Anfield dengan dua gol dan satu assistnya. Dan semenjak itu Rodgers pun dikabarkan mengincar Christian Benteke, entah itu benar atau tidak saya juga tidak tahu yang pasti Benteke telah membawa Villa mengamankan tiga poin di Anfield.

Dari rekor pertemuan sebelumnya, terlihat bahwa sebenarnya Aston Villa ini berpeluang untuk menyulitkan anak asuh Brendan Rodgers yang baru saja dikalahkan oleh Soton (buseet bahasanya). Dari 6 pertemuan terakhir Liverpool menang 4 kali, kalah 2 kali, serta sekali seri. Dan kekalahan terakhir Liverpool dikandang Villa terjadi pada musim 2011 dan pencetak gol tunggalnya adalah *tarik napas*................. Stewart Downing

Aston Villa dipastikan akan berjuang mati matian untuk menang agar bisa bertahan di EPL musim depan, karena Villa sekarang berada di peringkat 17 dengan poin 30. Berbeda 3 poin dari peringkat 18, dan 7 poin dari QPR yang merupakan juru kunci. Christian Benteke dan weimann menjadi pemain yang paling patut diwaspadai pergerakannya. Meskipun Liverpool sudah menebar isu akan membeli weimann (contoh strategi menjatuhkan mental pemain lawan).

Jika pada pertemuan pertama kalah karena mungkin Lucas belum menemukan peforma terbaiknya, maka besok malam tidak ada alasan lagi. Semoga boss bisa memetus bola ke Benteke dan Weimann, sehingga mereka tidak leluasa berkreasi di depan.

Pada pertemuan pertama, terlihat pada gol kedua lini tengah sangat membebaskan Weimann dan Benteke melakukan one touch yang berujung gol.



























Agger bahkan tidak menjaga Weimann sehingga umpan backheel Benteke bisa diselesaikan dengan sempurna olehnya.
Semoga saja lini belakang bisa lebih waspada terhadap dua youngster ini (Benteke 22 tahun lo, mukanya aja yang seumuran Heskey).

Akankah Rodgers masih memainkan formasi 4-2-3-1 nya? Atau dia kembali ke pakem 4-3-3? Yang jelas dengan kembalinya Carra, maka Skrtel bisa dipastikan akan menjadi penghuni bangku cadangan. Mari berharap Carra bisa menghentikan Benteke dan tidak membiarkan striker Belgia tersebut seenaknya menembak dan masuk kedalam kotak penalty.

Untuk tengah, tampaknya Aston Villa tidak terlalu berbahaya. Tapi jika Rodgers hanya memasang Lucas dan Gerrard sebagai penyeimbang lapangan tengah, maka kemungkinan buruk bisa saja terjadi. Jika misalnya memainkan dua gelandang tengah murni, maka Lucas otomatis akan melakukan pressing dan apabila Lucas dilewati, habislah pertahanan Liverpool. Setidaknya dengan menempatkan satu gelandang yang bertugas mengejar bola, maka Lucas akan nyaman melindungi backfour Liverpool tanpa harus terpancing mengejar bola kedepan. Dan biarkan bang Gerrard berkreasi dengan longpassnya sepanjang laga.

Ayo 3 poin, sudah cukup musim lalu menjadi Robin Hood FC
YNWA

Thursday, March 28, 2013

Tanpa judul, pokoknya ada tentang Rodgers

Beberapa waktu yang lalu saya agak "risau" dengan sejumlah tweet yang lalu lang di Timeline saya. Maklum saya rajanya following yang gak pernah minta di follow back, bukan masalah gengsi tapi kasian nanti dianya kalau Temlennya penuh dengan kicauan saya yang sungguh tidak jelas. Oke, lupakan masalah following, mari lanjut ke akar permasalahan.
Saya memang memfollow sejumlah akun yang mengaku "Scouser" dan bahkan beberapa ada yang mencantumkan kalau mereka adalah "Internet Terrorist" di bionya. Entah apa yang akan mereka teror saya juga tidak tahu dan tidak mau tahu. Saya cuma ingin tahu bagaimana ulah dari para "Internet Terrorist" yang katanya berhasil menerror Rafa dan Hicks-Gillet, ini katanya lho ya, saya juga tidak tahu secara pasti.

Mereka menyindir Rodgers dan mengatakan bahwa ROdgers hanyalah seorang manajer medioker yang akan membawa Liverpool semakin medioker. Hal ini terjadi karena waktu itu santer diberitakan kalau Rodgers mempersiapkan Ashley Williams sebagai pengganti Carragher. Banyak yang tidak terima karena menurut mereka Rodgers tidak bisa "move on" dari Swansea, seperti yang kita tahu Ashley William adalah mantan anak buah Rodgers sama seperti Joe Allen. Entah pemain seperti apa yang diharapkan oleh mereka, atau mungkin mereka masih memimpikan Alonso dan Torres? Yeah, we are the #BringBackFC

Alonso hebat, sangat hebat menurut saya. Salah satu DM yang paling cocok untuk Liverpool, master longpass tapi bisa klop dengan possession football. Tapi mengharapkannya untuk kembali ke samping Gerrard ibaratkan seorang insan yang tidak bisa merelakan mantan pacarnya bahagia dengan orang lain dan terus berharap mantannya akan kembali kepelukannya (OKE INI BUKAN SESI CURHAT!)

Mari kita lihat bagaimana Rafa membangun skuad Liverpool sehingga puncaknya adalah pada saat menjadi runner-up pada 2008/2009. Rafa sama seperti Rodgers, sama sama susah mup on. Kalau Rodgers susah mup on dari Swansea, maka Rafa susah mup on dari Spanyol. Coba lihat di daftar penghuni starting eleven pada musim 2008/2009, ada lima orang Spanyol disana. Mereka adalah Reina, Arbeloa, Alonso, Riera, dan (uhuk) Torres. Mereka juga bukanlah pemain pemain terbaik sebelum bergabung ke Liverpool, tapi mereka menjadi pemain bagus setelah bermain bersama Gerrard (teteup, ngotot).
Rafa juga membeli pemain dari klub medioker kok, contohnya si Om berambut pirang yang suka pake Long Sleeve nomor 9. Dia hanya striker Atletico Madrid yang merupakan penghuni peringkat 7 di La Liga.
Mascherano dan Benayoun didatangkan Rafa dari West Ham.

Berikanlah waktu kepada Rodgers untuk menyusun skuad idamannya, lihat bagaimana sekarang dia berhasil memperbaiki lini depan dan membuat Liverpool berhasil mencetak banyak gol. Meskipun kebobolan banyak, tapi percayalah dia akan segera mengatasi kebocoran lini belakang di musim depan. Biarkan pak manajer berkreasi dan bermanuver di bursa transfer musim panas nanti. In Rodgers We Trust !!!

Wednesday, March 27, 2013

Kemanakah Stefan Jovetic di Musim Panas Nanti?

Stefan Jovetic

Ketika masih kribo



Apa yang anda ingat jika mendengar nama ini? Bagi para penggemar "Beauty of Serie A" tentu saja nama ini tidak asing, apalagi jika anda adalah penggemar Internazionale Milano yang merasakan dua kali di bobol oleh pemain bernomor punggung 8 ini ketika kalah 1-4 di kandang Fiorentina.

Bagi saya nama Jovetic mengingatkan tentang kiprah terakhir Liverpool di Liga Champions, Liga yang dimenangi sebanyak 5 kali, we won it five time bro. Dua gol dari pemain yang kala itu masih kribo (ya kurang lebih seperti David Luiz) menjadi salah satu penyebab terlemparnya Liverpool ke Liga Eropa karena hanya mampu menempati urutan ke tiga (yah, seperti Chelsea musim ini). Semenjak itu saya langsung terobsesi dengan si Kribo asal Montenegro ini, sehingga menjadi andalan ketika main Master League di PSP dulu.

Sejak itu majalah bola sering memberitakan bahwa Rafa menyatakan minatnya kepada Jovetic, entah berita itu benar atau tidak saya sendiri kurang tahu karena waktu itu akun @Berita_LFC belum ada jadi saya cuma menikmati tulisan dari para editor majalah BOLA. Saya sangat senang mendengar rumor tersebut, artinya tim impian Master League saya akan terwujud. Tapi sampai Rafa keluar dan sampai Carragher hendak pensiun sekarang, Stefan Jovetic tak kunjung datang. Dan yang menyedihkan adalah belakangan beredar isu kalau Arsenal menyatakan ketertarikannya kepada Jovetic. Dengan negosiator ulung saya yakin Jovetic pasti akan diperkenalkan Wenger ke para publik Emirates Stadium. Oh dear.....

Jovetic menjadi salah satu aktor yang berhasil membawa Fiorentina ke peringkat 4 klasemen Serie-A. 12 gol serta 4 assistnya adalah bukti kalau dia layak menjadi Vice-Captain Fiorentina. Catatan itulah yang membuatnya menjadi incaran dari klub klub top Eropa, dan Arsenal menjadi salah satunya. Hanya saja Luca Toni menyarankan Jovetic untuk pindah ke klub top, bukan seperti Arsenal (artinya Arsenal bukan klub top).

Entah mengapa setelah potong rambut, peforma Jovetic semakin menanjak. Mungkin primbonnya cocok atau karena rambutnya agak mengganggu sudut pandang ketika hendak menembak ke gawang saya juga tidak tahu. Yang jelas pemain yang "agak" maruk ini memiliki skill olah bola yang luar biasa (berdasarkan Youtube sih). Meski belum sehebat Suarez, tapi berani maruk di Seria-A yang defendernya terkenal disiplin adalah salah satu nilai ples bagi Jovetic.
Meskipun kesuksesan Fiorentina tidak lepas dari sang pelatih Vincenzo Montella serta beberapa pemain kunci seperti David Pizzarro, Borja Valero, Savic, Pasqual, serta (ehem) Aquilani. Jovetic adalah mastermindnya (menurut saya).







Pertanyaannya adalah, kemanakah Jovetic akan berlabuh? Akankan dia ke Arsenal bersama para geng 8 tahun tanpa gelar tapi selalu 4 besar? Atau tiba tiba dia join bersama Van Persie? Hanya saja saya sedih kalau misalnya Jovetic malah gabung ke klub yang sebentar lagi bakal memenangkan Liga untuk ke 20 kalinya.

Monday, March 25, 2013

Seandainya Yugoslavia Tidak Pecah


Ketika masih "hobi" membaca sejarah sejarah di Buku Pintar Seri Senior tulisan dari Iwan Gayo, ada satu nama yang menarik perhatian saya selain Joseph Stalin. Dia adalah Joseph Broz Tito, presiden dari Yugoslavia yang merupakan negara penganut paham komunisme sama seperti Uni Soviet.
Dia memiliki satu kuotes yang paling ngehek menurut saya, yaitu "Stop sending people to kill me. We've already captured five of them, one of them with a bomb and another with a rifle. If you don't stop sending killers, I'll send one to Moscow, and I won't have to send a second"
Lihat ancamannya kepada Stalin, salah satu pemimpin komunis paling kejam di dunia yang merupakan pemimpin Uni Soviet. Tito merupakan salah satu pelopor gerakan Nonblok bersama Presiden Soekarno, meskipun dia sendiri adalah penganut paham komunis tapi dia tidak memiliki hubungan yang baik dengan Uni Soviet dan itu jugalah yang membuatnya tidak ingin bergabung dengan salah satu blok manapun.

Saya tidak ingin membahas lebih lanjut mengenai Broz Tito ataupun sejarah dari Yugoslavia, semuanya sudah tersedia di wikipedia. Yang jelas Josip Broz Tito adalah salah satu tokoh dunia yang paling "anti mainstream" menurut saya.

Yang menarik perhatian saya adalah negara negara pecahan dari Yugoslavia, negara negara tersebut adalah : Serbia, Kroasia, Bosnia-Herzegovina, Montenegro, Slovenia, Makedonia, dan Kosovo. Ketika orang orang sibuk membahas mengenai generasi emas dari Belgia yang beranggotakan pemain pemain top di Liga Liga elit Eropa, saya tertarik melihat kekuatan kekuatan sepakbola dari negara negara pecahan Yugoslavia. Saya tidak bisa membahas kekuatan Yugoslavia ketika belum hilang dari Peta dunia, karena Yugoslavia runtuh di tahun 1990 dan ketika itu saya belum lahir.

Orang sibuk memprediksikan bagaimana Belgia akan menjadi salah satu kekuatan besar di dunia sepakbola beberapa tahun yang akan datang (jika ditangani oleh pelatih yang tepat tentunya) karena memiliki pemain andalan klub klub besar eropa sebut saja Kompany, Vermaelen, Vertonghen, Fellaini, Hazard, Dembele, Mirallas, Witsel, Lukaku dan lainnya. Tapi "seandainya" Yugoslavia tidak pecah, kita akan melihat bahwa Balkan juga punya potensi untuk menjadi kekuatan besar di dunia sepakbola.

Mari kita kumpulkan "pecahan pecahan" skuad dari Yugoslavia di mulai dari posisi paling belakang yaitu "Goalkeeper". Untuk mengisi posisi ini akan banyak pilihan mulai dari yang paling berpengalaman seperti Pletikosa (Kroasia) atau mau kiper fenomenal seperti Handanovic (Slovenia) yang merupakan kiper utama Inter Milan. Jika keduanya berhalangan, Yugoslavia masih punya kiper tim EPL yaitu Begovic (Bosnia). Sudah cukup aman? Kalau belum mari kita lihat pilihan dari Defendernya

Defender defender terbaik bertaburan, Yugoslavia akan menampilkan defender defender mengerikan yang berpeluang untuk meredam teka teki dari Spanyol (seperti Kroasia di Euro 2012). Mereka adalah Ivanovic (Chelsea, Serbia), Nastasic (Man. City, Serbia), Subotic (Dortmund, Serbia), Kolarov (Man. City, Serbia), Srna (Shaktar Donetsk, Kroasia), Corluka (Lokomotiv Moscow, Kroasia) dan Stefan Savic (Fiorentina, Montenegro). Yakin seyakin yakinnya, jika pelatih bisa memilih backfour yang tepat dan cocok, maka menembus pertahanan Yugoslavia akan menjadi pekerjaan paling sulit kedua setelan memberantas korupsi di Indonesia.

Lanjut ke barisan gelandang, Yugoslavia memiliki banyak playmaker dan yang paling terkenal tentu saja gelandang Real Madrid yaitu Luka Modric. Tapi Modric tidak sendirian, dia akan mendapatkan bala bantuan sebagai petugas penjaga lapangan tengah. Semuanya ic ic, dimulai dari Kuzmanovic (Inter Milan, Serbia), Zoran Tosic (CSKA Moscow, Serbia), Rakitic (Sevilla, Kroasia), Pjanic (As Roma, Bosnia), atau Milan Jovanovic ehhhm eks Liverpool.

Untuk urusan membobol gawang, siapa tak kenal top skor Bayern Munchen musim ini? Yaaap, Mario Mandzukic (Kroasia), striker berumur 26 tahun yang mencuri perhatian ketika perhelatan Euro 2012 lalu. Atau perlu striker supersub Man.City (Edin Dzeko, Bosnia)? Ada begitu banyak pilihan, belum lagi pemain andalan Fiorentina Stefan Jovetic (Montenegro) yang telah mencetak 12 goal dan 4 assist di Serie A dan membawa Fiorentina ke peringkat 4 klasemen sementara. Jika ada yang cedera, jangan khawatir stok masih banyak. Ada Mirko Vucinic (Juventus, Montenegro), Ivica Olic (Wolfsburg, Kroasia) dan Jelavic (Everton, Kroasia).

Berikut saya akan mencoba membuat formasi YUGOSLAVIA yang mungkin akan bisa berbicara banyak di Piala Dunia dan Piala Eropa hanya saja saya belum menemukan enforcer dengan tackle terbaik di barisan pemain eks Yugoslavia.

















Ini hanya imajinasi dan "peng andaian", namanya juga kurang kerjaan. Keep Calm

Sunday, March 24, 2013

Seeing is Believing BIGREDS PONTIANAK

 Panitia
       Ketua                                :           Silvester Toni 
       Penanggung jawab          :           Yama Subhan Erin
2.        Dana                    
        Modal                               :          
        Hadiah                              :           Sepasang sepatu futsal dari Premier Sport
3.        Promosi
       a.      Via Twitter
       b.      Via Grup Facebook
       c.       Mulut ke mulut
4.        Pendaftaran
       a.      Waktu pendaftaran    :           25 – 30 Maret 2013 (pukul 12.00 – 18.00)
       b.      Tempat Pendaftaran  :           Toko Test (Jalan Daranante)
       c.       Petugas Pendaftaran :           Silvester Toni
       d.      Biaya Pendaftaran     :           Rp 10.000
       e.      Syarat peserta            :           Member BIGREDS IOLSC
       f.        Jumlah Peserta          :           tidak terbatas
5.        Waktu dan Pelaksanaan 
       a.      Tempat                       :           Lapangan Futsal SBN Uray Bawadi
       b.      Hari/tanggal              :           Minggu/ 31 Maret 2013
       c.       Pukul                          :           14.00 - selesai
      d.      Lama Pelaksanaan     :           satu hari
6.        Peraturan                        
       a.      para peserta merupakan member BIGREDS IOLSC
       b.      telah membayar dan melakukan registrasi sebelum acara dimulai
       c.       menggunakan atribut LFC
7.        Event ini diadakan karena terinspirasi dari Seeing is Believing yang diadakan oleh Liverpool saat  
       pertandingan melawan WBA. Diharapkan dengan adanya Event ini maka para member semakin akrab 
       dan semakin guyub. Dan rencananya sebagian dari uang pendaftaran akan disumbangkan kepada rekan 
       kita Nasywa yang sedang sakit.
8.        Konsep dari event ini adalah peserta matanya ditutup dengan kain, diputar sebanyak 3 kali, dan 
       kemudian menendang bola ke gawang dari jarak yang sudah ditentukan. Setiap peserta memperoleh 
       kesempatan menendang sebanyak 5 kali. Peserta yang tendangannya paling banyak masuk ke gawang 
      dialah pemenangnya.


Friday, March 22, 2013

F*ck GOLD


"Fuck GOLD, gue nyerah trading di Gold" demikian status dari salah satu teman saya di Facebook. Entah ada apa dengan GOLD, saya sendiri malas untuk mencari tahu. Yang jelas setelah saya jelajahi seluruh isi beranda, hampir semuanya mengeluh karena GOLD.
Pertanyaan sekarang, apakah GOLD itu? Apakah dia semacam mesin pengeruk uang di dunia maya? Mungkin juga iya sih

Gold adalah emas, emas itu kuning, kuning itu Spongebob (lupakan analogi sampah dari salah satu selebtwit tersebut)
Emas adalah suatu item yang mana sebagian orang berpikir harganya akan terus naik sampai chart Metatradernya jebol. Jadilah dia perusahaan semacam VGMC yang menawarkan program dengan keuntungan yang cetar membahana badai. Saya ditawarkan masuk VGMC ketika tahun 2011, dan ketika itu untuk masuk hanya diperlukan 10 juta (bandingkan dengan sekarang yang katanya hampir 16 juta). Teman saya bahkan sudah sukses mengeruk puluhan juta dari VGMC
dan saya belum pernah bertemu dengan dia selama setahun terakhir.

Sekarang pertanyaannya adalah sampai kapan harga emas akan terus naik? Sampai kapan Soros akan terus menimbun emasnya? karena menganggap emas akan selalu naik maka Perusahaan seperti Best Profit dan Millenium berlomba lomba mencari nasabah yang bersedia untuk ditradingkan uangnya. Para salesnya pun diberikan bonus yang besar kalau berhasil mendapatkan nasabah.
Ketika harga emas terus naik, kemudian ada yang melakukan aksi take profit besar besaran apa yang akan terjadi? Harga emas akan turun, seperti yang terjadi tahun lalu ketika emas menyentuh angka 1.5xxx dan menyebabkan teman saya kehilangan ratusan juta.

Saya sebagai penganut aliran hipster tidak pernah dan tidak akan pernah bermain di Emas. Bukankan bermain di pair AUD/USD atau NZD/USD sudah cukup mengasyikkan. Karena kita trading yang penting dana yang di withdrawal harus lebih banyak dari dana yang didepositkan. Keep it simple stupid bro

Thursday, March 21, 2013

Stupid Post

Remaja galau mana yang tidak kenal dengan Taylor Swift, penyanyi country cantik yang sukses membius dunia dengan lagu galau yang diaransemen secara sederhana (menurut saya). Ditambah lagi dengan boomingnya istilah "MOVE ON" di socmed belakangan ini, lagu dari album RED melonjak hebat. Sehebat lonjakan harga bawang beberapa hari yang lalu.

Dari empat hits yang sudah dibuat videonya, semuanya bertemakan (sok) Move On. Mulai dari We Are Never Ever Getting Back Together, Begin Again, I Knew You Were Trouble, sampai 22. Entah apa saja inspirasi yang didapatnya ketika berpacaran dengan salah satu keturunan mantan Presiden Amerika ketika itu, sehingga isi dari album RED semuanya bertemakan patah hati (meskipun dari album pertama lagu dia emang isinya patah hati semua)

Setelah putus dari salah satu personel Boyben terpopuler masa kini, Taylor Swift kembali menjadi bahan troll akun akun sarkas luar. Semuanya bertaruh kalau Taylor Swift akan kembali merilis album setelah putus, karena menurut mereka (dan menurut saya juga) Taylor Swift itu siklusnya Pacaran ----> putus -----> tulis lagu ---> pacaran lagi ----> putus lagi -----> tulis lagu lagi. Demikian sampai dunia ini kiamat.

Saya tidak mengerti kenapa akhirnya saya membeli CD album ini (ini jelas tidak ada hubungan dengan kisah percintaan saya)


Saya sama sekali belum pernah mendengarkan lagunya satu album, bukan karena galau, tapi karena memang belum sempat. Entha jika memang seisinya galau ya artinya Taylor Swift tidak pernah berubah. Konsisten...